oleh

Brendo Jadi Pusat Pemasaran dan Legalitas UMKM

Kota Bengkulu >> Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu bersama Kolaborasi PKBM gelar kegiatan Bazar dan Edukasi Dalam pendaftaran perizinan produk, bertempat di Brendo Kota Bengkulu, Jumat dan Sabtu (15-16/07/2022).

Pada kesempatan ini, Wakil Walikota (Wawali) Bengkulu Dedy Wahyudi membuka secara simbolis kegiatan ini. Turut hadir perwakilan unsur Forkopimda, beberapa Kepala Instansi Vertikal, Asisten, Staf alAhli dan Kepala OPD Pemkot dan tamu undangan lainnya.

Adapun Wawali dalam sambutannya menghendaki kegiatan seperti ini berlanjut dan kepada OPD terkait untuk memperhatikan perkembangan UMKM yang ada seperti Pemasaran, Packing/ kemasan serta perizinan, sejingga produk para UMKM Bengkulu dapat bersaing dengan daerah lain.

β€œKita minta kegiatan ini bukan ceremonial semata. Diskop sebagai leading sektor kita minta betul-betul memberikan pembinaan pada pelaku umkm, semacam edukasi pemasaran produk. Bagaimana kita mampu bersaing dengan produk lainnya, karena produk kita rasanya sama, bahkan lebih enak, tetapi ada kelemahannya yakni packaging atau kemasan. Kadang kemasan sudah bagus tapi kelemahannya dipromosi,” ungkap Wawali Dedy.

Foto bersama Wawali Dedy Wahyudi saat membuka resmi Bazaar UMKM di Brendo Kota Bengkulu.

Sementara itu, kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu Nurlia Dewi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian kegiatan Diskop dan UMKM yang telah di rancang dalam 2022. Selain itu kegiatan ketiga yamg telah diselenggarakan ini bertujuan untuk membangkitkan perekonomian para pelaku usaha /UMKM. Selain pemasaran kepada pelaku usaha dengan menggandeng beberapa instansi yang berwenang dalam mengeluarkan perizinan turun langsung, yang mana hal ini diprioritaskan sehingga pelaku usaha dapat mengurus perizinan usahanya.

“Alhamdulillah agenda kegiatan kita dalam tahun ini berjalan dengan menggandeng beberapa instansi yang berwenang dalam mengeluarkan perizinan usaha. Hal ini sengaja kita tekankan kepada pelaku usaha selain meningkatkan kualitas juga perizinan harus diperhatikan,.hal ini menunjukan keseriusannya dalam membuka usaha,” ungkap Kadis Koperasi dan UMKM Lia kerap disapa.
Selain itu ia juga menambahkan bahwa keterbatasan anggaran di OPd maka menghimbau pihak lain yang akan menggelar acara dapat berkolaborasi, sehingga lama kegiatan dan efesiensi anggaran dapat di maksimalkan.

“Keterbatasan anggaran ini kita siasati dengan menggandeng beberapa PKBM sehingga durasi kegiatan bisa lama dan efesien,” imbuhnya.

Untuk lebih meningkatkan animo masyarakat, maka beberapa rangkaian kegiatan selain bazaar juga digelar perlombaan dan konseling perizinan bagi pelaku usaha. Selain itu ia menghimbau kepada pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas dan perizinan usahanya sehingga dapat bersaing dengan produk daerah lainnya.

“Supaya kegiatan ini menarik dan ramai pengunjung kami mengadakan beberapa perlombaan seperti lomba mewarnai, lomba menyanyi, puisi dan besok malam Minggu kita adakan lomba fashion show. Saya berharap kepada pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas dan juga memperhatikan perizinan sehingga mereka dapat bersaing dengan produk daerah lainnya,” pungkas Kadis Lia.

Pada kegiatan ini pelaku usaha yang berpartisipasi yakni 62 pelaku usaha kuliner, 8 pelaku usaha multi produk dan 2 Stan. (****)

Berita Utama lainnya

Jangan Lewatkan