Annirell.Com

Brief 2026: Potensi Ekonomi Provinsi Bengkulu

Kota Bengkulu, Annirell.Com >> Kegiatan tiap tahun ang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bengkulu dalam memperkuat promosi investasi dan perdagangan menghelat melalui Bengkulu Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) 2026, bertempat di Hotel Mercure Kota Bengkulu, Senin (12/10). Hadir dalam kegiatan tersebut tamu spesial dari luar negeri yakni duta besar Belarusia, Tunisia, Jepang, Malaysia, Pakistan dan Palestina.Tujuan dari kegiatan yang lakukan tersebut tidak.lain untuk mengangkat potensi yang ada di Provinsi Bengkulu sebagai langkah promosi dan membuka jalur kerjasama dengan daerah maupun internasional, sehingga apa yang menjadi komoditi maupun kekayaan alam yang dimiliki dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sperti halnya program Presiden Prabowo dalam Asta Cita dan Realisasi UUD 1945 pasal 33 dan Pasal 34 serta meningkatkan produksi Hilirisasi di Provinsi Bengkulu.

Dalam hitungan yang dilakukan KPwBI Provinsi Bengkulu tercatat investasi di Provinsi Bengkulu sebesar Rp2,285 triliun atau 49,77 persen dari target Rp5,70 triliun. Hal ini perlu ditingkatkan setelah komoditi kopi Kepahiang menembus pangsa pasar Eropa yakni Italia. Perlu upaya, dorongan serta bimbingan disegala bidang bagi semua pelaku usaha baik berskala kecil maupun besar.

Membuka kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan kegiatan BRIEF 2026 yang digelar KPwBI Provinsi Bengkulu berkolaborasi dengan stake holder/ pemangku kebijakan di 10 Kabupaten dan Kota serta Pemerintah Provinsi Bengkulu. Adapun kegiatan rutin tahunan untuk 2026 Provinsi Bengkulu sudah dilirik pangsa pasar baik domestik maupun internasional. Hal ini ditunjukkan keseriusan beberapa negara untuk menjalin kerjasama bilateral dengan Provinsi Bengkulu akan kekayaan alamnya mulai dari kopi, sawit hingga komoditi tekstil tenun hingga bahan pakaian dalam motif batik Has Bengkulu.

Dikesempatan yang baik ini Kepala KPwBI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat menegaskan BRIEF merupakan forum strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah, pemilik proyek, investor, dan pelaku usaha dalam menjajaki peluang kerja sama di sektor investasi, perdagangan, dan pariwisata.

“Promosi investasi harus mampu mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan investor. Karena itu, peluang yang ditawarkan harus disiapkan secara konkret agar penjajakan kerja sama dapat berlanjut menjadi realisasi investasi,” ujar Wahyu.

Dengan adanya BRIEF ini upaya serta dorongan kepada semua Petani maupun pelaku usaha dapat memperluas jaringan bisnis regional hingga internasional.

Butuh langkah strategis dalam memperluas pangsa pasar serta mendatangkan investor internasional ke Provinsi Bengkulu. Hal ini akan membuka peluang kemitraan baru, memperluas pangsa pasar serta meningkatkan harga dari komoditi unggulan seperti kopi yang mana Provinsi Bengkulu punya Kopi dan Provinsi Bengkulu punya nama.
“Selama ini Kopi terkenal dari daerah lain sedangkan komoditi unggulan ini bagi masyarakat Bengkulu dari dahulunya merupakan komiditi unggulan dalam menopang ekonomi keluarga. Denan kesempatan ini para petani kopi dapat meningkatkan taraf perekonomiannya dengan memperluas pasar internasional sehingga harga dapat meningkat jauh,” terangnya.

Begitupun sentra Wastra yakni tenun dan batik has Bengkulu, dapat membuka pasarnya ke dunia internasional dan juga komoditi unggulan seperti minyak sawit (CPO) dapat di tingkatkan nilai jualnya dengan mendatangkan investor.

Dalam mensupport kesemua itu tambahnya kepastian perizinan ramah dan cepat, dengan sinergi lintas sektor agar peluang ekspor dan investasi dapat terealisasi cepat, sehingga hal ini akan secara langsung meningkatkan perekonomian masyarakat Bengkulu. (R10)

Exit mobile version