Imlek, Sejarah dan Perkembangannya Di Indonesia

Jakarta >> Sebelum Dinasti Qin, tanggal perayaan permulaan suatu tahun masih belum jelas. Ada kemungkinan bahwa awal tahun bermula pada bulan 1 semasa Dinasti Xia, bulan 12 semasa Dinasti Shang, dan bulan 11 semasa Dinasti Zhou di China. Bulan kabisat yang dipakai untuk memastikan kalender Tionghoa sejalan dengan edaran mengelilingi matahari, selalu ditambah setelah bulan 12 sejak Dinasti Shang (menurut catatan tulang ramalan) dan Zhou (menurut Sima Qian). Kaisar pertama China Qin Shi Huang menukar dan menetapkan bahwa tahun Tionghoa berawal pada bulan 10 pada 221 SM. Pada 104 SM, Kaisar Wu Yong Ming yang memerintah sewaktu Dinasti Han menetapkan bulan 1 sebagai awal tahun sampai sekarang. Tujuannya agar perayaan tahun baru bisa sesuai dengan masyarakat Tiongkok yang pada umumnya adalah masyarakat agraris. Pada masa Dinasti Zhou, perayaan tahun baru dilaksanakan pada saat winter solistice atau dongzhi.
Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan tahun baru Imlek sangat beragam. Dalam memaknai Imlek seperti perjamuan makan malam pada malam tahun baru, serta penyulutan kembang api.

Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, dilansir pada wikipedia, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa, dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas. Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang (sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.

Banyak lampion merah digantung selama perayaan Tahun Baru Imlek, sebagai makna keberuntungan.
Kalender suryacandra Tionghoa menentukan tanggal tahun baru Imlek. Kalender tersebut juga digunakan di negara-negara yang telah mengangkat atau telah dipengaruhi oleh budaya Han (terutama di Korea, Jepang, dan Vietnam) dan mungkin memiliki asal yang serupa dengan perayaan Tahun Baru di luar Asia Timur.

Dalam kalender Gregorian, tahun baru Imlek jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya, antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari. Dalam kalender Tionghoa, titik balik mentari musim dingin harus terjadi pada bulan 11, yang berarti tahun baru Imlek biasanya jatuh pada bulan baru kedua setelah titik balik mentari musim dingin (dan kadang yang ketiga jika pada tahun itu ada bulan kabisat). Di budaya tradisional di Tiongkok, lichun adalah waktu solar yang menandai dimulainya musim semi, yang terjadi sekitar 4 Februari.

Bersamaan dengan daur 12-tahun, masing-masing dengan shio hewan ada daur 10-tahun batang surgawi. Setiap surgawi dikaitkan dengan salah satu dari lima elemen perbintangan Tionghoa, yaitu: kayu, api, tanah, logam, dan air. Unsur-unsur tersebut diputar setiap dua tahun sekali, sementara perkaitan yin dan yang silih berganti setiap tahun. Unsur-unsur tersebut dengan itu dibedakan menjadi: kayu yang, kayu yin, api yang, api yin, dan seterusnya. Hal ini menghasilkan sebuah daur gabungan yang berulang setiap 60 tahun. Sebagai contoh, tahun dari Tikus Api Yang terjadi pada 1936 dan pada tahun 1996.

Banyak orang mengacaukan tahun kelahiran Tionghoa dengan tahun kelahiran Gregorian mereka karena tahun baru Imlek dapat dimulai pada akhir Januari sampai pertengahan Februari, tahun Tionghoa dari 1 Januari sampai hari imlek pada tahun baru Gregorian tetap tidak berubah dari tahun sebelumnya. Sebagai contoh, tahun ular 1989 mulai pada 6 Februari 1989. Tahun 1990 dianggap oleh beberapa orang sebagai tahun kuda. Namun, tahun ular 1989 secara resmi berakhir pada 26 Januari 1990. Ini berarti bahwa barang siapa yang lahir dari 1 Januari ke 25 Januari 1990 sebenarnya lahir pada tahun ular, alih-alih tahun kuda.

Pada masa Dinasti Qing, Kang Youwei (1858-1927), seorang reformis Ruisme menyarankan agar menggunakan Kongzi era yang dihitung dari tahun kelahiran Kongzi. Sedangkan Liu Shipei (1884-1919) menolak hal itu dan mengusulkan agar tahun kalender Tionghoa dihitung dari tahun kelahiran Huang Di. Yang menjadi suatu masalah adalah kapan Huang Di dilahirkan untuk dijadikan patokan perhitungan penanggalan Huang Di.

Liu Shipei memperkirakan tahun 2711 SM adalah tahun kelahiran Huang Di, jadi tahun 2008 M adalah tahun 4719 HE. Song Jiaoren (1882-1913) memperkirakan tahun 2697 SM adalah tahun kelahiran Huang Di, dan akhirnya banyak orang yang sepakat untuk menerima tahun 2697 SM sebagai awal penanggalan Huang Di. Dari angka inilah sekarang tahun baru Imlek ini bisa disebut tahun baru Imlek 4708 HE. Selain masyarakat luas, penganut Taoisme juga menyebutkan bahwa penanggalan Huang Di adalah tahun yang mereka gunakan dan menyebutnya Daoli atau kalender Tao.

Sebagian besar masyarakat Tionghoa di luar negeri dan penganut Taoisme lebih suka menggunakan penanggalan Huang Di karena Huang Di atau Kaisar Kuning ini dalam sejarah Tiongkok dianggap sebagai bapak bangsa etnis Han atau orang Tionghoa pada umumnya. Dan para Taois menggunakan penanggalan Huang Di, karena dalam kepercayaan Taoisme kaisar Kuning ini adalah pembuka ajaran agama Tao. Alasan inilah yang membuat timbulnya penanggalan Huang Di Era dan penanggalan Dao. Keduanya sama, hanya saja istilah penanggalan Dao Era atau Daoli digunakan oleh para Taois.

Sama seperti etnis Tionghoa di berbagai negara lainnya, perayaan Tahun Baru Imlek juga dilaksanakan oleh etnis Tionghoa-Indonesia sejak beratus-ratus tahun kedatangan mereka di Nusantara. Berbagai kelompok bahasa dan budaya Tionghoa mempunyai praktik perayaan yang berbeda-beda antara satu sama lainnya. Kelompok mayoritas Tionghoa-Indonesia adalah Hokkien, maka perayaan yang bercirikhas dari kelompok inilah yang paling dominan terlihat di Indonesia.

Biasanya, perayaan tahun baru Imlek berlangsung sampai 15 hari. Satu hari sebelum atau pada saat hari raya Imlek, bagi warga Indonesia keturunan Tionghoa adalah suatu keharusan untuk melaksanakan pemujaan kepada leluhur, seperti dalam upacara kematian, memelihara meja abu atau lingwei (lembar papan kayu bertuliskan nama almarhum leluhur), bersembahyang leluhur seperti yang dilakukan pada hari Ceng Beng (hari khusus untuk berziarah dan membersihkan kuburan leluhur).

Di Indonesia, selama tahun 1968-1999, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek.

Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000, ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. (***)

Pencegahan Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Kemenag Terapkan Ini

Jakarta >> Dalam menanggulangi terjadinya kasus kekerasan seksual di lembaga pendidikan agama dan keagamaan, hal tersebut direspon Kementerian Agama RI, dengan menyusun Peraturan Menteri Agama (PMA). Peraturan tersebut dimulai sejak akhir Desember 2021.

Dilansir pada laman resmi Kemenag RI, Undang-undang (UU) tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual saat itu masih dalam proses penyusunan. Kemudian diterbitkan dengan Nomor 12 tahun 2022 baru ditetapkan dan diundangkan pada 9 Mei 2022. Bersamaan itu, PMA pencegahan kekerasan seksual juga dalam tahap finalisasi.

Pada akhirnya 5 Oktober 2022, UU yakni PMA No 73 tahun 2022 tentang Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan pada Kementerian Agama ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Regulasi ini mulai diundangkan sehari setelahnya.

“Setelah melalui proses diskusi panjang, kita bersyukur PMA tentang Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan pada Kementerian Agama akhirnya terbit dan sudah diundangkan per 6 Oktober 2022,” terang Juru Bicara (Jubir) Kemenag Anna Hasbie di Jakarta, Kamis (13/10/2022).

Sesuai namanya, PMA ini mengatur tentang upaya penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di satuan Pendidikan pada Kementerian Agama. Satuan Pendidikan itu mencakup jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal, serta meliputi madrasah, pesantren, dan satuan pendidikan keagamaan.

PMA ini terdiri atas tujuh Bab, yaitu: ketentuan umum; bentuk kekerasan seksual; pencegahan; penanganan; pelaporan, pemantauan, dan evaluasi; sanksi; dan ketentuan penutup. Total ada 20 pasal.

PMA ini, kata Anna, mengatur bentuk kekerasan seksual mencakup perbuatan yang dilakukan secara verbal, nonfisik, fisik, dan/atau melalui teknologi informasi dan komunikasi. Ada setidaknya 16 klasifikasi bentuk kekerasan seksual, termasuk menyampaikan ujaran yang mendiskriminasi atau melecehkan tampilan fisik, kondisi tubuh, dan/atau identitas gender korban.

“Menyampaikan ucapan yang memuat rayuan, lelucon, dan/atau siulan yang bernuansa seksual pada korban juga termasuk bentuk kekerasan seksual,” jelas Anna.

“Termasuk juga menatap korban dengan nuansa seksual dan/atau tidak nyaman,” sambungnya.

Sebagai upaya pencegahan, PMA ini mengatur satuan Pendidikan antara lain harus melakukan sosialisasi, pengembangan kurikulum dan pembelajaran, penyusunan SOP pencegahan, serta pengembangan jejaring komunikasi. Satuan pendidikan dapat berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, satuan pendidikan lain, masyarakat, dan orang tua peserta didik.

“Terkait penanganan, PMA ini mengatur tentang pelaporan, pelindungan, pendampingan, penindakan, dan pemulihan korban,” tegas Anna.

“Terkait sanksi, PMA ini mengatur bahwa pelaku yang terbukti melakukan kekerasan seksual berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, dikenakan sanksi pidana dan sanksi administrasi,” tandasnya.

Dengan terbitnya PMA ini, lanjut Anna, Kementerian Agama akan segera menyusun sejumlah aturan teknis, baik dalam bentuk Keputusan Menteri Agama (KMA), pedoman, atau SOP, agar peraturan ini bisa segera dapat diterapkan secara efektif.

Anna berharap, terbitnya PMA ini akan menjadi panduan bersama seluruh stakeholders satuan pendidikan Kementerian Agama dalam upaya penanganan dan pencegahan kekerasan seksual. “Harapannya, ke depan tidak terjadi lagi kekerasan seksual di satuan pendidikan,” tandasnya.

SOP Pencegahan
Tindak lanjut dari terbitnya PMA No 73 tahun 2022, Kemenag menyusun Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Standar Prosedur Operasional (SPO) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual pada Satuan Pendidikan. Sampai Desember 2022, KMA ini sudah hampir selesai.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghofur mengatakan bahwa Kemenag saat ini tengah melakukan finalisasi penyusunan KMA tersebut. Pihaknya telah menjaring masukan, pertimbangan, dan pemikiran dari para ahli. Dia berharap regulasi ini dapat menjadi langkah teknis operasional untuk memberikan pencegahan dan perlindungan bagi masyarakat, khususnya di lingkungan satuan pendidikan agama.

KMA tentang SPO ini merupakan amar dari PMA No. 73/2022 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual pada Satuan Pendidikan. Regulasi turunannya perlu segera diterbitkan agar peraturan yang diterbitkan lebih operasional.

“Kita bisa menyusun regulasi ini dengan cepat, masalah berikutnya bagaimana implementasi regulasi tersebut di lapangan. Kita semua harus berkomitmen untuk berjuang agar tidak ada kekerasan pada siapa pun dan di mana pun,” ujar Waryono yang juga Guru Besar UIN Yogyakarta pada Workshop Penguatan dan Pengembangan Regulasi Pendidikan Al Quran di Tangerang, Banten, Selasa (29/11/2022).

Waryono menegaskan, pengawalan dan komitmen untuk menerapkan regulasi ini sangat penting. Sebab, jika tidak ada pengawalan dan komitmen, maka kekerasan akan terus ada dan diproduksi. “Kita harus menanamkan dalam benak dan hati, bahwa masyarakat yang tanpa kekerasan adalah cita-cita kita bersama,” tegasnya.

Staff Khusus Menteri Agama Bindag Hukum dan HAM, Abdul Qodir mengingatkan bahwa standar perlindungan yang diatur dalam KMA ini harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Terkait prosedur pelaporan, Bib Qodir, panggilan akrabnya, juga meminta agar lokus maupun waktu kejadian harus spesifik.

“Kita harus tegas dalam hal ini. Harus ada aturan yang sifatnya tegas dan mengikat. Hal-hal terkait kekerasan dalam hal apa pun harus kita pungkas bersama,” kata Bib Qodir.

Bib Qodir juga menggarisbawahi pentingnya monitoring dan evaluasi dalam pengawalan penerapan regulasi. Ia mengingatkan bahwa praktik di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan aturan dengan penerapan sanksi yang ketat.

Selain sanksi, lanjut Bib Qodir, KMA juga harus mengatur tentang prosedur dan upaya pencegahan kekerasan seksual. Jika sudah disahkan, KMA akan diterapkan secara massif melalui satuan pendidikan agama dan keagamaan di Indonesia.

Finalisasi KMA SPO Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual pada Satuan Pendidikan dihadiri aktivis dari sejumlah organisasi dan lembaga. Misalnya, PP Fatayat NU, PP Aisyah, ‘Alimat Jakarta, Rahima Jakarta, Komnas Perempuan, KPI Jakarta dan beberapa akademisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang ahli di bidangnya.

Hadir juga, Ketua Pokja Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, Mahrus, serta sejumlah pejabat fungsional dan staff di lingkungan Direktorat PD Pontren. (***)

Annirell.Com - Media Siber - Berita, Publikasi, Banner dan Ucapan - Hotline : 082176018559 - 087791104004..🤗

Indonesia Juara Umum Kejuaraan Wing Chun Dunia 2022

Menag: Selamat dan Terus Berprestasi!

Jakarta >> Tim Nasional (Timnas) Wing Chun Indonesia unjuk prestasi pada kejuaraan Wing Chun dunia 2022. Kompetisi ini diselenggarakan oleh induk organisasi Wing Chun dunia, Ving Tsun Athletic Association (VTAA) pada 30 Oktober 2022 di Hong Kong, seperti dilansir pada laman Kemenag.

Adapun Kejuaraan dunia kali ini diselenggarakan VTAA secara online karena mempertimbangkan situasi COVID-19 di Hong Kong masih cukup tinggi. Ada 11 negara yang ikut ambil bagian, yaitu: Indonesia, Singapore, Malaysia, Myanmar, Jepang, Macao, Taiwan, Hongkong, RRC, Inggris, Prancis, dan Spanyol.

“Kami kirimkan 22 atlet untuk sembilan jenis pertandingan yang dibuka pada kelas Junior, Female Adult, dan Male Adult, pada kategori Siu Lim Tao, Chum Kiu, dan Biu Gee,” terang Menag Yaqut Cholil Qoumas yang juga Ketua Umum Federasi Wing Chun Indonesia, di Jakarta, Selasa (1/11/2022).

“Alhamdulillah, Timnas Wing Chun Indonesia berhasil menyabet Juara Umum dengan lima emas, enam perak, dan delapan perunggu. Selamat dan terus berprestasi!,” sambungnya.

Prestasi ini sangat membanggakan, kata Menag, selain karena berhasil menjadi juara umum lagi, juga karena waktunya bersamaan Sumpah Pemuda.

Hal senada disampaikan Manager Timnas Wing Chun Indonesia Maulana Zaenal. Prestasi ini menjadi hadiah untuk Indonesia pada momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 2022.

Atas nama Timnas Wing Chun Indonesia, Maulana Zaenal menyampaikan terima kasih atas dukungan para atlit, official, pengprov, instruktur dan stakeholder yang terlibat. “Saya dan atlit TIMNAS Wing Chun sangat berterima kasih terkhusus kepada pelatih utama Timnas Wing Chun, Sifu Martin Kusuma, atas bimbingan dan pelatihan disiplin ketat sehingga kita menjadi juara umum,” ujarnya.

“Terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Yaqut Cholil Qoumas selaku Ketua Umum Federasi Wing Chun Indonesia atas segala dukungan, motivasi, dan keseriusan beliau dalam memajukan prestasi Wing Chun Indonesia di tingkat dunia,” sebutnya.

Berikut ini adalah daftar atlet juara dunia dan asal daerah:

Siu Lim Tao
Junior
Juara 2 = Christoffer Austin Neilthong (Kalimantan Barat)
Juara 3 = Jason Nicholas Winata (DIY)

Female Adult
Juara 2 = Deviyana Leman (DKI Jakarta)
Juara 3 = Rizky Fitria al Fahmi (DKI Jakarta)

Male Adult
Juara 2 = Lie Revano (Sulawesi Utara)

Chum Kiu
Junior
Juara 1 = Christoffer Austin Neilthong (Kalimantan Barat)
Juara 2 = Trinty Eleanor Kawiran (Nusa Tengara Timur)
Juara 3 = Verrell Georgene Hermawan (Banten)

Female Adult
Juara 1 = Deviyana Leman (DKI Jakarta)
Juara 2 = Clarissa Christy Kusnadi (Banten)
Juara 3 = Pinka Zuhdiana Hapsari (DIY)

Male Adult
Juara 1 = Lie Revano (Sulawesi Utara)
Juara 2 = Danin Christianto (DIY)
Juara 3 = Rizki Adiyono (DKI Jakarta)

Biu Gee
Junior
Juara 1 = Odilia Calista Ruby Wuriandono (DIY)
Juara 3 = Trinity Eleanor Kawiran (Nusa Tenggara Timur)

Female Adult
Juara 1 = Rizky Fitria al Fahmi (DKI Jakarta)
Juara 3 = Clarissa Christy Kusnadi (Banten)

Male Adult
Juara 3 = The Denny (DKI Jakarta) (***)

Pusah Sambut Kakanwil Kemenag Kabag TU Beberkan Hal Ini

Bengkulu Kota >> Kepala Bagian Tata Usaha (TU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Drs. H. Hamdani, M.Pd menyebut, selama kepemimpinan Dr. H. Zahdi Taher.,M.H.I sebagai Kakanwil meninggalkan banyak prestasi dan inovasi bagi aparatur Kemenag di Bumi Raflesia. Hal ini diungkapkan pada acara pisah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama dari Dr.H. Zahdi Taher.,M.H.I kepada H. Muhhammad Abdu,S.Pd.I, M.M. Acara digelar di Aula Asrama Haji Kelurahan Pekan Sabtu Kota Bengkulu. Rabu, (26/10/2022).

Dalam Pisah sambut ini dengan tema, ‘Membangun Sinergitas Untuk Bengkulu Lebih Maju’. Menurutnya sejumlah prestasi dan inovasi tersebut antara lain, penguatan moderasi beragama yang telah berjalan dengan baik dan menyeluruh pada tingkat ASN dan masyarakat.

‘’Selain itu inovasi dan penguatan terhadap revitalisasi KUA hampir di seluruh Provinsi Bengkulu,’’ ungkap Hamdani.

Selain itu ia menambahkan peningkatan pelayanan publik, khususnya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan pelayanan ibadah haji, inovasi dalam penguatan arsiparis dengan dibentuknya kelompok kerja arsiparis, selain itu inovasi dalam tata persuratan 12 macam melalui TTE serta penghargaan prestasi lainnya.

‘’Berbagai capaian-capaian tersebut, kami seluruh ASN dilingkungan Kanwil mengucapkan banyak terimakasih. Semoga apa yang telah kita perbuat, merupakan bagian dari dharma bhakti kita untuk bangsa dan negara. Buah peringi buah selasih. Dijual di suka rami, kepada Bapak Zahdi kami ucapkan terimakasih, sudah dua tahun memimpin kami,’’ ujar Hamdani dengan lantunan pantunnya.

Selanjutnya Hamdani mengucapkan selamat datang kepada H. Muhammad Abdu,S.Pd.I, M.M yang telah dilantik sebagai Kakanwil Kemenag yang baru. Hamdani menyatakan jajaran aparatur Kemenag siap bersinergi, mendukung kepemimpinan Kakanwil yang baru.

‘’Apalagi Bapak M. Abdu bukan sosok yang baru di Kemenag. Puluhan tahun mengabdi pada Kemenag, tentu beliau memiliki segudang pengalaman dan berkompetensi sebagai pemimpin. Kehadirannya memberikan semangat baru dalam berkerja, meningkatkan prestasi dan inovasi. Karenanya mari kita dukung beliau,’’ pinta Kabag TU.

‘’Panen kacang di pulau baru, Dijual dipasar Panorama. Selamat datang Kanwil yang baru, kami siap untuk bersama,’’ pungkas Kabag TU Hamdani.(***/ttg)

Kakanwil Kemenag M. Abdu Hadiri MTQ Disambut Kakambang Habang

Kalimantan Timur >> Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu H. Muhammad Abdu,S.Pd.I, M.M hadiri MTQ ke-29 di Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel). Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 10 hingga 19 Oktober 2022.

Setibanya disini, Kakanwil Abdu disambut lagu Kakambang Habang dari Group Musik Panting Jaratan Habang, Mantan Kakan Kemenag Musirawas itu tiba di Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjar Baru disambut oleh Kakan Kemenag Kabupaten Tapin Dr. H. Eddy Khairani Z, S.Ag, M.Pd dengan pengalungan selendang sasirangan khas Bumi Lambung Mangkurat.

Dikesempatan tersebut, Eddy sendiri didampingi Ketua DWP Kemenag Tapin Hj. Risna Afriyanti, serta jajaran Kemenag Tapin. Ikut menyambut kehadiran Kakanwil, Kabid Penais Zawa Kanwil Bengkulu Drs. H. Arsan Suryani Ibrahim.

Kakan Kemenag Kabupaten Tapin Dr. H. Eddy Khairani Z, S.Ag, M.Pd mengucapkan selamat datang kepada Kakanwil Kemenag Bengkulu yang telah tiba dengan sehat dan selamat di Provinsi Kalimantan Selatan.

‘’Kami mengucapkan selamat datang dan menyambut baik kehadiran Bapak dan Ibu. Dan kami siap memberikan pelayanan terbaik untuk keluarga besar Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu,’’ ucap Eddy.

Dikesempatan yang sama, Kakanwil juga menyampaikan apresiasi atas penyambutan dari keluarga besar Kemenag Provinsi Kalsel khususnya Kabupaten Tapin.

‘’Alhamdulilah kami sudah tiba dengan selamat, bahkan kami sudah disambut dengan luar biasa. Tentu kita berharap pergelaran MTQ Nasional ini berjalan sukses,’’ ungkap M.Abdu.

Dengan demikian M. Abdu berharap seluruh peserta dari Bumi Raflesia untuk selalu menjaga kebersamaan, kekompakan dan saling memupuk tali persaudaraan.

‘’Untuk menjaga kebersamaan, kekompakan itu kuncinya adalah selalu sinergi dan komunikasi. Mudah-mudahan semua berjalan baik dan sukses seperti yang kita harapkan,’’ demikian Kakanwil. (***/TTG)

DWP Kanwil Kemenag Bengkulu Ikuti Webinar Nasional Mengenal Dunia Gen-Z

Kota Bengkulu >> Darmawanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, mengikuti Webinar Nasional, (6/9), bertempat di Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bengkulu.
Kegiatan ini yang diselenggarakan oleh DWP Kementerian RI, mengusung tema Mengenal Dunia Media Sosial Gen-Z dan Remaja Toleran atau jadi Ekstrimis, yang mana dihadiri langsung secara online oleh penasehat DWP Kemenag RI Hj.Eny Retno Yaqut dan Ketua DWP Hj.Farichah Nizar Ali.Hadir mengikuti kegiatan Webinar Ketua DWP Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Hj.Mega Haryanti,M.Pd bersama pengurus lainnya.

Pada kesempatan ini dihadirkan pemateri berkompeten yaitu Kalis Mardiasih, yang merupakan tokoh muda (aktivis muda) yang juga merupakan youtuber, penulis opini dan penggiat media sosial.
Dalam materi yang disampaikan oleh Kalis Mardialis , anggota DWP yang sebagian besar merupakan ibu dari remaja-remaja yang saat ini berada di era digitalisasi yang disebut dengan Generasi Z (Gen Z) harus siap menghadapi perubahan yang terjadi.

Adapun Gen-Z yang saat ini tidak dapat dipisahkan dari Gadget, harus dihadapi secara bijak oleh sosok orang tua utamanya ibu. Ibu harus dapat mengimbangi kemajuan tekhnologi yang dikuasai oleh remaja Gen-Z, atau dengan kata lain harus up grade kemampuan diri. Hal ini penting untuk mendampingi anak dalam menghadapi dunia digitalisasi sehingga tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak diinginkan.

Selaku ketua DWP Kanwil Kemenag Bengkulu Hj.Mega Haryanti,M.Pd mengharapkan agar ilmu yang didapatkan setelah mengikuti webinar ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menghantarkan generasi Gen-Z pada jalur yang seharusnya. “ penting bagi kita untuk mengupgrade diri, terapkanlah ilmu yang telah kita dapatkan hari ini dengan harapan anak-anak kita sebagai bagian dari remaja yang berada pada Gen-Z dapat lebih bijak menggunakan media sosial” tutup Hj.Yanti. (***)

6 Syarat Travel Yang Mendapat Izin dari Kemenag

Jeddah >> Kantor Urusan Haji (KUH) Arab Saudi mengundang sembilan syarikah / muassasah penyelenggara umrah yang cukup besar di Arab Saudi. Pertemuan yang berlangsung di KUH, Jeddah itu membahas penyelenggaraan umrah.

Seperti dilansir dari laman resmi Kemenag menjelaskan pertemuan tersebut, dihadiri Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, Kasubdit Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Noer Aliya Fitra, Staf Teknis Haji Makki, dan para pengurus sembilan Syarikah/Muassasah Umrah di Saudi.

Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam mengingatkan para syarikah agar mereka memperhatikan status penyelenggaraan perjalan ibadah umrah (PPIU), berizin atau tidak. Sebab, regulasi di Indonesia mengatur bahwa jemaah umrah Indonesja harus berangkat melalui PPIU atau travel yang telah memiliki izin dari Kementerian Agama.

“Jika ada travel yang tidak berizin memberangkatkan jemaah, maka itu adalah tindakan kriminal/pidana dan dapat dikenakan hukuman penjara. Kami meminta agar muasasah mengecek legalitas perizinan travel yang akan diajak kerjasama,” tegas Nasrullah di Jeddah, Kamis (18/8/2022).

Terkait rencana pemerintah Arab Saudi untuk memberlakukan sistem bussines to consumer (B to C) dalam penyelenggaraan umrah, Nasrullah berharap agar hal itu bisa ditinjau ulang. Sebab, dengan skema B to C, maka saat keberangkatan, tidak ada yang bertanggung jawab jika ada masalah yang menimpa jemaah saat berada di Arab Saudi.

“Skema B to C juga tidak sejalan dengan regulasi di Indonesia yang mengharuskan pemberangkatan jemaah umrah melalui PPIU berizin,” terangnya.

Selain masalah perizinan, lanjut Nasrullah, Kementerian Agama juga sudah mengatur bahwa PPIU harus memiliki standar layanan minimal dalam pemberangkatan jemaah umrah. Standar layanan tersebut antara lain:

  1. Kesesuaian paket layanan dengan perjanjian tertulis dengan jemaah
  2. Transportasi pesawat maksimal 1 kali transit
  3. Hotel di Makkah maksimal 1000 meter dari Masjidil Haram dan maksimal 700 meter dari Masjid Nabawi. “Jika lebih dari itu, harus disediakan bus shuttle untuk jemaah,” tukas Nasrullah.
  4. Satu kamar maksimal diisi empat orang.
  5. Konsumsi 3 kali sehari
  6. Ada pelayanan kesehatan dan pengurusan jemaah sakit dan wafat

“Karena itu, kami minta agar muasasah atau syarikah juga berkomitmen terhadap layanan transportasi, hotel, dan konsumsi jemaah,” pesan Nasrullah.

“Saat kedatangan dan kepulangan jemaah umrah, juga harus ada petugas muasasah yang ikut menjemput/memberangkatkan mereka di Bandara, termasuk mengurus tasrih jemaah umrah untuk masuk Raudah Masjid Nabawi,” sambungnya.

Kasubdit Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Noer Aliya Fitra (Nafit) menambahkan bahwa setiap jemaah umrah Indonesia telah dibekali kartu identitas yang dicetak setiap PPIU. Pihak muasasah/syarikah perlu mengecek dan memastikan setiap jemaah sudah memiliki kartu identitasnya.

“Pada kartu identitas itu, ada QR code yang bisa dibaca menggunakan alat scan QR code, dan dapat menunjukkan nama, nomor paspor, hotel yang ditempati, tanggal berangkat dan pulang umrah, serta sertifikat vaksin covid-19,” terangnya.

Saat request visa umrah, lanjut Nafit, jemaah umrah juga sudah harus membayar jaminan/asuransi kesehatan dan kematian. Untuk jemaah yang sakit, dirawat di rumah sakit pemerintah. Jika tidak di rumah sakit pemerintah, muasasah harus tetap melakukan pengawalan terhadap risiko biaya yang timbul.

“Untuk jemaah yang wafat, kami mohon agar dipermudah saat mengurus klaim asuransi kematian yang bersangkutan,” harap Nafit.

Terkait dengan jemaah yang pulang tidak dengan rombongannya karena sakit di rumah sakit, Nafit berharap muasasah dapat ikut bertanggung jawab mendampingi dan mengurusi jemaah, termasuk untuk proses pemulangannya dari Arab Saudi ke Indonesia.

“Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah juga minta agar mendapatkan laporan jemaah sakit di Rumah Sakit Arab Saudi dari muasasah, dan dapat bekerjasama untuk proses pemulangan mereka dari Arab Saudi,” tandasnya.

Poin-poin di atas menjadi perhatian seluruh muassasah/syarikat yang hadir. Mereka berkomitmen untuk menjalin kerja sama yang baik dengan Kementerian Agama dalam rangka meminimalisir potensi permasalahan dalam penyelenggaraan umrah. (***)

Makna Yang Terkandung Dalam Doa Kakanwil Kemenag Zahdi

Kota Bengkulu >> Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Dr. H. Zahdi Taher.,M.H.I membaca doa pada upacara HUT ke-77 RI. Doa tersebut dilantunkann di Balai Daerah Provinsi Bengkulu. Rabu, (17/8/2022) dalam upacara yang dipimpin oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

‘’Ya Allah Tuhan Yang Maha Hidup. Korbankan semangat juang yang tak pernah redup. Karuniakan kami kemampuan dan pengetahuan yang cukup, tumbuhkan kesadaran memelihara falsafah hidup, semoga udara kemerdekaan senantiasa kami hirup,’’ ucap Zahdi dalam doanya, yang diawali dengan basmalah, hamdalah, dan shalawat Nabi pada kegiatan ini

Kakanwil Zahdi yang dulunya Kepala KUA Talo Kabupaten Seluma itu kemudian bermunajat, menyampaikan harapan dan berdoa agar bangsa khususnya masyarakat Provinsi Bengkulu diberi anugerah kepekaan, kekompakan, kedamaian dalam kehidupan mensyukuri keindahan kemerdekaan ke-77 tahun 2022 ini.

‘’Ya Allah Tuhan maha Pemelihara, Hindarkan kami dari permusuhan dan perpecahan. Jauhkan kami dari saling menghina dan merendahkan, masukan kami dalam pemeliharaan-Mu yang tak terlenakan. Sehingga kami terpelihara persatuan dan persaudaraan,’’ pinta Kakanwil.

Dalam kesempatan itu, Zahdi juga menyampaikan bahwa tema HUT RI tahun ini yakni pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Dengan demikian Kakanwil berharap dengan tema ini Indonesia bisa bangkit dari peristiwa yang telah terjadi selama dua tahun yakni pandemi Covid 19.

”Wabah ini sudah menimbulkan kecemasan sosial hingga tekanan ekonomi berat bagi bangsa Indonesia. Karenanya mari kita gotong royong bergerak bersama mewujudkan harapan baru,” demikian Kakanwil.

Sementara itu, upacara peringatan HUT RI dilingkungan Pemda Provinsi Bengkulu juga berlangsung khidmat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Gubernur Bengkulu H. Rohidin Mersyah, Kakanwil didampingi Ketua DWP Hj. Megaharyanti Zahdi. Hadir juga dalam kesempatan itu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Provinsi Bengkulu, pejabat eselon II, eselon III dan undangan lainnya. (***)

Lingkungan Kanwil Kemenag Bengkulu Isi Kemerdekaan Gelar Beragam Perlombaan

Kakanwil : Kita Harus Bangkit Hadapi Tantangan Global

Kota Bengkulu >> Memaknai dan menyemarakkan HUT RI ke-77 tahun ini, Keluarga besar Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Bengkulu menggelar berapa macam perlombaan. Adapun perlombaan tersebut yakni lomba solo song, lomba domino, perlombaan kartu song, kemudian menggelar lomba kebersihan ruangan, lomba Badminton serta pertandingan tenis meja.

Jajaran Kanwil Kemenag ikut memeriahkan.

Sedangkan pertandingan Badminton yang digelar di Lapangan Bengkulen Kelurahan Sawah Lebar Kota Bengkulu mengawalinya, yang mana langsung dibuka resmi Kepala Kanwil Kemenag Dr. H. Zahdi Taher.,M.H.I. Rabu,(3/8/2022). Sementara itu untuk lomba Domino dan Kartu Song akan digelar pada hari ini, Senin (08/08/2022).

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Dr. H. Zahdi Taher., M.H.I mengungkapkan, momentum HUT RI ke 77 pada tahun 2022 ini agar dapat menjadi refleksi dari nilai-nilai dasar Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia.

Ketua dan Pengurus DWP ikut berpartisipasi dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke -77.

‘’Sesuai dengan harapan dalam tema HUT RI tahun ini yakni bersama-sama pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat menuju yang Indonesia maju,’’ terang Zahdi.

Ia menambahkan semenjak Pandemi CovidKemeriahan HUT Kemerdekaan RI dibatasi dan berdampak kepada perekonomian secara global, untuk itu perlu strategi dan kolaborasi semua pihak dalam pemulihan perekonomian bangsa.

’Karena kita ketahui dua tahun lebih ini Indonesia menghadapi tantangan dan ujian sejarah, karenanya saya mengajak kepada keluarga besar Kemenag se-Provinsi Bengkulu untuk bersinergi bersama untuk mencapai percepatan pemulihan kondisi di semua sektor dan kita harus siap bangkit menghadapi tantangan global,’’ tutup Kakanwil Zahdi.

Senada disampaikan Kabag Tata Usaha Drs. H. Hamdani, M.Pd menerangkan bahwa terkhusus pertandingan Badminton, cabor ini diikuti antar club Kemenag se-Provinsi Bengkulu dan antar bidang/ruang dilingkungan Kanwil Kemenag.

‘’Untuk antar club telah memasuki babak semifinal yang akan digelar pada Hari Rabu, (10/8/2022). Insyallah untuk babak final akan dilaksanakan pada Hari Jum’at tanggal 12 Agustus 2022,’’ kata Kabag.

Sementara pertandingan tenis meja dan Solo Song akan digelar pada Rabu dan Kamis (10 – 11 Agustus 2022), dan dilanjut lomba kebersihan keindahan dan kenyaman ruangan akan dimulai pada 9 – 12 Agustus 2022 mendatang.

‘’Dalam perlombaan kebersihan, keindahan dan kenyamanan ruangan panitia memberikan ruang sebebas-bebasnya untuk menata keindahan ruangannya masing-masing. Namun diingatkan kembali nuansanya merah putih,’’ pungkas Kabag TU Hamdani. (***/Ttg)

Jemaah Haji Kloter 2 Bengkulu Tiba Disambut Wagub Rosjonsyah

Kota Bengkulu >> Jemaah Haji Kloter 2 Bengkulu /7 Padang tiba dengan selamat di Bandara Fatmawati Bengkulu pukul 14.00 WIB, Jumat (22/07/2022). Penyambutan Kloter ini langsung oleh Wagub Bengkulu Rosjonsyah beserta Jajaran Kanwil Kemenag Bengkulu.
Sebanyak 357 orang Jemaah dan Petugas Haji dari bandara langsung bertolak ke asrama haji Bengkulu guna menjalani proses pemeriksaan Kesehatan dan Rapid Antigen oleh Dinas Kesehatan Bengkulu.

Kabag TU Kanwil Kemenag Bengkulu Hamdani saat menyampaikan sambutannya.


Setiba di asrama haji Bengkulu, jemaah haji disambut dan diistirahatkan sejenak sebelum bertolak kedaerah masing-masing. Mengawali prosesi pemulangan jemaah haji, Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji Embarkasi Antara Bengkulu dalam hal ini oleh Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag, Intihan dalam sambutannya menyampaikan ucapan kepada seluruh jemaah haji menjadi haji yang mabrur /mabrurah. Selain itu ia menyampaikan jumlah keseluruhan jemaah haji dan petugas berjumlah 357 orang, yang terdiri dari laki-laki 162 orang dan perempuan 195 orang. Jemaah haji kloter 2 ini diberangkatkan pada 10 Juni 2022, yang mana sekitar 41 hari melaksanakan rangkaian ibadah haji, dan selamat tiba di Bengkulu pada hari ini. Harapannya seluruh jemaah dapat sehat dan selamat sampai di daerahnya masing-masing, namun harus melewati proses pemeriksaan kesehatan yakni Rapid Antigen sehingga dapat terpantau dan diberikan kartu kuning kontrol kesehatan selama 21 hari sesuai aturan dari kementerian Kesehatan yang ditetapkan.

Kabid PHU Kanwil Kemenag Bengkulu Intihan saat berikan sambutan dan laporan sebagai panitia pelaksana Ibadah haji Embarkasi antara Bengkulu.


“Alhamdulillah jemaah haji tiba dengan selamat di bandara Fatmawati Bengkulu dan disambut langsung oleh Wagub Bengkulu Rosjonsyah. Semoga bapak ibu menjadi haji yang mabrur /mabrurah. Ke 357 orang Jemaah haji dan petugas dalam keadaan sehat wal’afiat dan hendaknya menjaga stamina sehingga tiba sampai ke rumahnya masing-masing, yang mana telah dinantikan keluarga maupun kerabatnya. Namun kami himbau sebelum pulang ke daerahnya untuk dapat melewati proses pengecekan kesehatan dengan melakukan rapid Antigen. Hal ini sebagai antisipasi penularan Covid-19 yang berkemungkinan dibawa jemaah selama melaksanakan ibadah haji sehingga keluarganya aman dan tetap terjaga kesehatannya,” sampai Kabid PHU Kanwil Kemenag Intihan.

Penyerahan bendera dari Petugas Haji kepada panitia pelaksanaan ibadah haji embarkasi antara Bengkulu dan dilanjutkan ke pemerintah Kabupaten dan Kota Bengkulu.

Senada disampaikan Kakanwil Kemenag Zahdi Taher yang diwakilkan oleh Kasubag TU Hamdani bahwa, kepulangan jemaah haji dengan selamat dan sehat patut disyukuri. Selain itu pelaksanaan ibadah haji tahun ini adalah pelaksanaan perdana paska Pandemi Covid-19. Dengan status haji yang tersemat di nama jemaah haji, harapannya dapat menjadi contoh bagi masyarakat dilingkungan tempat tinggalnya. Adapun pelayanan ibadah haji tahun ini patut diapresiasi karena sangat baik pelaksanaannya terutama katering dan penginapan yang memuaskan dan terpenuhi tanpa kekurangan sedikitpun.
“Selamat atas pelaksanaan ibadah haji, semoga menjadi haji yang mabrur /mabrurah. Status haji yang bapak dan ibu sandang hendaknya dipertahankan dan menjadi contoh teladan bagi masyarakat di sekitarnya setibanya di daerahnya masing-masing. Pelaksanaan haji kami rasakan tahun ini luar biasa bagusnya, hal ini ditandai makan dan penginapan selama melaksanakan rangkaian ibadah haji mendapatkan pelayanan yang prima dan full. Hal ini dengan kepulangan ke tanah air dengan sehat dan selamat patut juga disyukuri, karena dimasa andemi Covid-19 sekarang ini dapat dilalui. Dengan setibanya bapak ibu di Bengkulu maka tanggung jawab kami di Provinsi Telah selesai dan diteruskan oleh Pemerintah daerahnya masing-masing hingga tiba di kediamannya,” pungkas Kasubag TU Kanwil Kemenag Hamdani. (R01)

Wamenag Pesankan Jamaah Haji Sebelum Kepulangan

Jeddah >> Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan tidak ada isolasi bagi jamaah haji yang pulang ke tanah air. Namun, jemaah juga diminta untuk berhati-hati dalam menjaga kesehatannya. 

“Tidak ada kegiatan yg namanya isolasi tapi dikembalikan ke jamaah agar lebih hati-hati. Tetap menjaga kesehatannya,” kata Wamenag jelang kepulangan ke Tanah Air di Jeddah, Kamis (21/7/2022).

Seperti dilansir dari laman resmi Kemenag menjelaskan bahwa Wamenag menjadi salah satu Naib Amirul Hajj pada penyelenggaraan haji tahun ini. Wamenag meminta agar para jamaah memperhatikan penyakit bawaan atau penyakit yang selama ini menjadi keluhan mereka. “Di Indonesia nanti tentunya jamaah diharapkan melakukan deteksi dini atas segala penyakit yang dibawa,” kata Wamenag.

Secara umum Wamenag menilai bahwa seluruh rangkaian ibadah haji tahu 2022 berjalan dengan baik. Saat ini, para jamaah haji memasuki dua kegiatan utama.

Pertama, lanjut Pria kelahiran kota ukir ini, persiapan kembali ke Indonesia bagi gelombang pertama melalui Jeddah. Selanjutnya gelombang dua hari ini menuju ke Madinah 

“Tentunya kami berharap para jamaah tetap menjaga kesehatannya, tetap memperhatikan kegiatan-kegiatan ibadahnya  dengan baik agar ibadahnya semua selamat dan kembali ke air dalam kondisi yang sehat wal afiat dan mendapatkan haji yang mambrur,” pungkas Wamenag. (***)

Kanwil Kemenag Zahdi Himbau dan Berpesan Saat Pemulangan 391 Jemaah Haji Bengkulu Kloter 1

Kota Bengkulu >> Jamaah Haji Kloter 1 Bengkulu /6 Padang sebanyak 391 orang tiba di Bandara Fatmawati Bengkulu pukul 10.40 WIB, Kamis, (21/07/2022). Adapun keseluruhan jamaah haji kloter ini diberangkatkan pada 09 Juni 2022, dan pulang dengan sehat dan ceria, yang mana langsung disambut Gubernur Bengkulu yang diwakilkan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Politik Supran, Kakanwil Kemenag Bengkulu Zahdi Taher, Kepala Biro Kesra Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kabid PHU, Kakan Kemenag serta jajarannya.

Kakanwil Kemenag Bengkulu Zahdi Taher saat menyampaikan laporan sebagai Ketua Panitia Ibadah haji dan embarkasi antara Bengkulu.

Mengawali penyambutan pemulangan jamaah haji ini, Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu dan sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Embarkasi Haji Antara Bengkulu Zahdi Taher dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur, ucapan selamat datang dan mendoakan kepada seluruh jamaah haji menjadi haji yang Mabrur dan mabrurah. Selain itu ia juga menghimbau sesuai Ketentuan Menteri Kesehatan bahwa semua Jamaah setiba di Bengkulu yang langsung masuk asrama haji Bengkulu harus melewati proses Antigen. Hal ini bertujuan antisipasi jika jamaah haji sepulang dari mekkah dapat dideteksi dari penyakit menular karena telah berbaur dengan ribuan jamaah haji dari berbagai negara sedunia. Selain itu ia berharap kepada seluruh jamaah haji dapat selamat tiba di daerah masing-masing dan dapat menunjukkan bahwa titel haji yang telah disandangnya dapat diimplementasikan dalam kesehariannya sebagai seorang haji yang mabrur / mabrurah.

Simbolis penyerahan bendera dari Petugas Haji Bengkulu kepada Pemerintah Provinsi dan Panitia Pelaksanaan Ibadah Haji 1443 H / 2022M.

“Alhamdulillah jemaah haji Kloter 1 Bengkulu /6 Padang dalam keadaan sehat wal’afiat. Dan hendaknya juga selamat dalam perjalanan menuju daerahnya masing-masing. Pesan kami karena Bapak Ibu berstatus Haji dan menjadi Haji Mabrur /Mabrura. Tunjukkan sebagai haji yang mabrur /mabrurah dengan meningkatkan iman dan taqwa, meningkatkan amal saleh, silaturahim, kesabaran, senang berbagi ke sesama dan dalam pergaulan di masyarakat dapat menjadi contoh bagi masyarakat,” ujar Kakanwil Kemenag Zahdi.

Begitupun hal yang disampaikan oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang diwakilkan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Politik Supran menyampaikan, ibadah yang dilakukan jamaah haji merupakan impian semua umat muslim, yang mana telah dua tahun pelaksanaan haji ditiadakan karena pandemi Covid-19, namun pada tahun ini jamaah haji terpanggil untuk melaksanakan ibadah haji dengan keadaan selamat dan menjadi haji yang mabrur /mabrurah serta contoh tauladan bagi masyarakat dilingkungannya.
“391 Jamaah haji Kloter 1 tiba di Kota Bengkulu dengan sehat dan selamat. Tahun ini karena pandemi Covid-19 terbatas jumlah quota haji, sehingga saat berangkat hingga kepulangannya juga harus mematuhi Protokol Kesehatan. Harapan kami kepada seluruh Jamaah menjadi haji yang mabrur /mabrurah dan menjadi suri tauladan bagi sesama nanti didaerahnya,” pungkas Supran.

Prosesi pemulangan Jamah haji Kloter ini ditandai penyerahan bendera oleh petugas haji Bengkulu kepada panitia penyelenggara ibadah haji Bengkulu. Sebelum pemulangan Jamaah Haji ke daerahnya, mereka diberi kartu kuning pantauan keadaan fisik dan dilakukan antigen dalam penerapan Prokes dalam masa andemi Covid-19 sekarang. (R01)