oleh

Ketua KPID Sarankan Gubernur Bengkulu & Jajarannya Beli STB

Kota Bengkulu >> Kebutuhan akan hiburan dirasakan masyarakat baik diperkotaan sampai ke pedesaan. Akan tetapi keterbatasan di pedesaan hingga masih mengandalkan siaran digital yang berbayar atau membeli perangkat elektronik untuk mendukung hal tersebut. Dengan kondisi itulah pemerintah melakukan migrasi sinyal analog ke sinyal digital serentak.

Untuk itu Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bengkulu melakukan audensi kepada Gubernur Bengkulu di ruang kerja Gubernur guna membahas keterbatasan TV non digital untuk menangkat sinyal digital ini.
Dalam pembahasan ini, KPID memaparkan mengenai langkah yang harua dipersiapkan sebelum dilakukannya cut off sinyal analog. Adapun migrasi ini harus penggunaan televisi digital berbasis Set TOb Box (STB) dengan sistem penyaluran diselenggarakan oleh Multiplexing (MUX).

Ketua KPID Albertce Rolando Thomas kepada Gubernur Rohidin agar mengintruksikan kepada jajarannya seperti PNS untuk membeli STB, sehingga menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.

Selain itu ia menjelaskan untuk pendistribusian STB ini pada tahap pertama sebanyak 14 ribu dengan pembagian 9 ribu untuk kota dan sisanya ke Bengkulu Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dalam kunjungan audensi kepengurusan KPID menyampaikan bahwa untuk lamgkah awal untuk melakukan mindset program, agar masyarakat dapat merasakan eksiatensi keberadaannya. Selain itu tambahnya terus melakukan pengawasan terhadap siaran radio dan siaran televisi, sehingga dapat bersaing dengan siaran online dan keberadaan terasa.

“Sebagai mitra dari media, KPID untuk memperdayakan Insan pers/ wartawan, karena sinergitas harus terjalin dengan para insan pers ini,” terang Rohidin Mersyah. (R01/hms)

Berita Utama lainnya

Jangan Lewatkan