Bengkulu >> PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bengkulu terus bergerak cepat dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat, termasuk di wilayah terluar seperti Pulau Enggano.
Saat ini, tantangan operasional dihadapi akibat pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai yang menyebabkan keterlambatan pengiriman bahan bakar minyak (BBM) ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Enggano.
Manager Pembangkit PLN UID S2JB, Tatang Rusdiyana, menyampaikan bahwa pihaknya turut melakukan pengawasan langsung terhadap operasional PLTD agar tetap optimal.
“Kami memastikan operasional pembangkit berjalan dalam kondisi aman, efisien, dan terkontrol, sehingga pasokan listrik meski terbatas tetap bisa dimaksimalkan. PLN terus berkomitmen menjamin kelistrikan hingga ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar),” tegas Tatang.
Sebagai langkah antisipatif, PLN melakukan penguatan logistik dan manajemen operasional, termasuk penataan pola pemakaian BBM dan pengaturan beban sistem secara efisien. Dalam kondisi terbatas, PLN juga menerapkan pemadaman bergilir yang terukur untuk menjaga keberlangsungan pasokan energi bagi masyarakat.
Manager PLN UP3 Bengkulu, Anjar Widyatama menegaskan bahwa PLN telah melakukan berbagai langkah strategis dan koordinasi lintas sektor guna mengatasi keterlambatan distribusi BBM.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, dan stakeholder terkait untuk mempercepat proses distribusi. Di sisi operasional, kami juga mengatur skenario agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan dampaknya seminimal mungkin,” jelas Anjar.
PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan serta mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan listrik selama masa pemulihan berlangsung. Sebagai bentuk komitmen dalam pelayanan, PLN juga mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai kanal informasi dan layanan kelistrikan yang mudah diakses kapan saja.

