oleh

Menag Bertemu Dua Hafiz Indonesia Juara MTQ Internasional di Amerika

Jakarta >> Membanggakan dua orang duta Indonesia yang mengikuti ajang The American International Tibyan Competition for the Quran and Its Recitation. Mereka ini dihadiahi kembang dan diberi bonus uang apresiasi oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Ajang The American International Tibyan Competition for the Quran and Its Recitations ini diikuti peserta dari dari 22 negara, di antaranya Palestina, Libya, Australia, Inggris, Tunisia, Libanon, Norwegia, Prancis, Kenya, Afghanistan, dan lainnya. Adapun perlombaan ini berlangsung empat hari, 16 – 19 Juni 2022, di Diyanet Center of America, Maryland.

Seperti dilansir dari Laman resmi Kemenag menerangkan tbahwa, pada pertemuan Menag dengan dua hafi, yang telah mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional ini berlangsung akrab dan santai. Hadir dalam pertemuan dua hafiz bersama Menag, Direktur Penais Syamsul Bhri, Stafsus Menag Wibowo Prasetyo, Sesmen Sidik Sisdiyanto dan Kasubdit MTQ Bimas Islam Rijal Rangkuty.

Dalam pertemuan dengan Gus Menteri, panggilan akrab Menag Yagut Cholil Qoumas, keduanya didampingi orangtua. Jihan Afifah didampinggi orangtuanya Yusrizal dan Wisneli. Begitu juga dengan Khairurrazaq Al-Hafiz, didampinggi Lalu Muhibbar dan Hikmah.

Kepada Menag, Jihan Afifah mengatakan di ajang yang diikuti peserta dari 22 negara itu dirinya berhasil meraih juara 2 dalam lomba hafalan 30 juz. Sementara Khairurrazaq Al-Hafiz dipilih juri sebagai Peserta Suara Terbaik dan didaulat tampil di acara penutupan ajang bergensi tersebut.

“Ini pengalaman pertama saya mengikuti lomba hafalan tingkat internasional. Alhamdulillah saya meraih juara dua hafalan 30 juz, sedangkan juara satu diraih peserta asal Mesir,” kata Jihan.

“Alhamdulillah. Awalnya saya gak menyangka berhasil menpadat juara dua. Soalnya saya sempat terlambat datang saat lomba. Habis dari bandara kami ke hotel dan langsung ke lokasi acara. Meski lelah dalam perjalanan, Alhamdulillah bisa memberikan yang terbaik,” sambung Jihan

Jihan menceritakan dalam ajang yang digelar di Diyanet Center of America di Maryland ia meraih poisisi kedua dengan selisih poin yang sangat tipis dari juara pertama hafizah asal Mesir. Sementara di kategori putra, juara pertama diraih hafiz tuan rumah Amerika Serikat.

“Alhamdulillah ini pretasi yang luar biasa. Saya senang sekali bertemu dengan mas dan mbak yang telah berhasil menoreh prestasi di ajang lomba hafalan 30 juz tingkat internasional. Meski mendapat juara kedua menurutnya saya itu merasa seperti juara pertama. Saya minta Kemenag untuk terus meningkatkan pengalaman qari dan hafiz di ajang internasional lainnya,” ujar Menag Yaqut.

Dalam pertemuan itu, Menag menyerahkan uang apresiasi sebesar 20 juta kepada Jihan Afifah dan 10 juta kepada Lalu Muh.Khairurrazaq Al-Hafizi.

Usai bertemu Menag, Jihan mengaku merasa terhormat dan bahagia. “Saya merasa terhormat dan bahagia bisa bertemu dengan Menteri Agama. Saya senang sekali,” kata Jihan yang merupakan mahasiswi sementer V jurusan Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta.

Alumni SMPIT Darul Quran Mulia, Gunung Sindur, Bogor ini mengaku sudah menghafal Al-Quran sejak 2012 dan berhasil menyetor hafalan 30 juz pada 2015. Menurutnya kunci menghafal Al-Quran adalah lingkungan.

“Lingkungan sangat mempengaruhi seseorang dalam menghafal Al-Quran. Saya menghafal Al-Quran itu di pesantren, di mana dalam satu hari itu ada tiga kali halaqah, yaitu usai salat Subuh, Ashar, dan Magrib. Mekanismenya usai Subuh setoran hafalan baru, usai Ashar mengulangi hafalan dan usai Magrib menyiapkan hafalan yang akan disetor besok,” kata mahasiswi kelahiran Jakarta 9 April 2000 ini.

Jihan Afifah juga merupakan juara 1 cabang Tafsir Al-Qurā€™an Bahasa Arab pada STQ Nasional di Sofifi, Maluku Utara tahun 2021.

“Harapan saya Kemenag bisa mengajak saya kembali untuk mengikuti perlombahan hafalan Alquran tingkat internasional selanjutnya,” harap Jihan.

Sementara Khairurrazaq al-Hafizi juara tiga STQ Nasional di Maluku Utara 2021 mengaku pernah mengikuti perlombaan ajang internasional, di antaranya di Iran dan Jakarta.

Ia sudah menekuni hafalan Al-Quran sejak duduk di bangku sekolah dasar dan hafal 30 juz saat kelas satu aliyah.

Di ajang The American International Tibyan Competition for the Quran and Its Recitations Khairurrazaq mengaku ada kesalahan saat mengikuti lomba sehingga tidak berhasil merail juara.

“Saat lomba saya ada kesalahan, sehingga saya tidak berhasil meraih juara. Namun saya dipilih juri sebagai Peserta Suara Terbaik dan didaulat tampil di acara penutupan. Saat itu saya membacakan Surah Al-Furqan ayat 61-71 di penutupan The American International Tibyan Competition for the Quran and Its Recitations,” kata Khairurrazaq.

“Saya bersyukur, Pak Menteri Agama memberikan apresiasi dan mengundang kami untuk datang ke Kantor Kementerian Agama. Mudah-mudahan keberkahan buat kita semua,” tandas Khairurrazaq. (***)

Berita Utama lainnya

Jangan Lewatkan

Berita Lainnya...