Site icon Annirell.Com

Olahraga Padel Diiringi Bincang Perekonomian KPw BI Lewat BBM

Kepala KPwBI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat bersama personil dalam bincang Bareng Media (BBM).

Kota Bengkulu, Annirell.Com >> Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bengkulu gelar Olahraga Padel bersama Insan Pers yang tergabung dalam Jurnalis Perekonomian, Selasa (09/06), bertempat di Mega Mall Kota Bengkulu.

Dikesempatan tersebut, Kepala KPwBI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada insan pers Bengkulu, karena ikut serta berpartisipasi dalam menyampaikan perkembangan dan semua kegiatan yang dilakukan kantor KPwBI Bengkulu. Selain itu olahraga Padel menjadi salah satu olahraga yang sedang tren saat ini sehingga animo insan pers ramai untuk menjajalnya.

“Saya ucapkan terimakasih atas kehadiran teman-teman wartawan. Selain aktifitas jurnalis teman wartawan dapat berolahraga Padel juga, sehingga akan lebih segar dan sehat nantinya. Dikesempatan ini kami juga menyampaikan Perkembangan perekonomian baik pusat maupun daerah, sehingga masyarakat dapat mengetahui dengan jelas lewat media massa, “beber Kepala KPwBI Bengkulu, Wahyu.

Dalam kegiatan bincang dengan teman media tambahnya KPwBI Bengkulu mengemasnya dalam suasana BBM (Bincang Bareng Media). Melalui sarana ini keakraban dan juga penyampaian informasi akan lebih akurat, dimana teman wartawan dapat langsung mendengar, melihat dan menulis langsung sesuai apa yang ada pada saat kegiatan yang diselenggarakan. Selain itu teman media menjadi perhatian khusus hingga ke kantor pusat, sehingga hal ini menjadi positif dan berdampak baik bagi penyebaran informasi kepada masyarakat yang lebih akurat dan kredibel.

Wahyu juga menyampaikan pada saat BBM, perkembangan tukar rupiah terhadap Dolar menguat, Hal ini ditunjang dari kebijakan Pemerintah menaikkan suka bungan menjadi 5.5%. Penguatan Rupiah ini akan dilaksanakan bertahap, mengingat ada dampak positif dan negatif terhadap perekonomian di Indonesia.
“Gubernur BI dan Menteri Keuangan sudah menggelar dengar pendapat dengan DPR akan terkait upaya penguatan rupiah ini. Banyak indikator dan variabel dalam mengkaji langkah trategis dalam menaikkan perekonomian masyarakat. Langkah awal Kebijakan BI dengan menaikkan suku bunga BI menjadi 5.5%. Hal ini berdampak langsung dengan kenaikan Rupiah terhadap dolar diakhir penutupan pasar saham (Indeks Harga Saham Gabungan /IHSG). Kebijakan untuk menguatkan Rupiah harus lebih hati-hati dan menyeluruh, karena ibarat berkendara jika kemudi langsung kita paksa putar maka banyak dampaknya, bisa-bisa menyebabkan masalah, begitu juga halnya dengan menguatkan nilai rupiah terhadap dolar, harus berkesinambungan dan tidak mengakibatkan dampak lain yang akan menambahkan permasalahan dikemudian harinya. Bank Indonesia terus mengupayakan penekanan inflasi dan menaikkan perekonomian mayarakat dengan melakukan banyak hal diantaranya peningkatan perekonomian melalui UMKM kemitraan binaan KPwBI dan melakukan banyak event sehingga banyak uang beredar dan hal ini berdampak perekonomian masyarakat dapat meningkat, “pungkas Wahyu. (R10)

Exit mobile version