Annirell.Com

Pemprov Masih Mengurusi Angka Kemiskinan Ekstrem dan Ketahanan Pangan di Tahun 2023

Kota Bengkulu >> Di tahun 2023, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu akan memfokuskan kerja pada sektor ekonomi. Yaitu penekanan kemiskinan ekstrem dan ketahanan pangan daerah.

Hal ini sesuai dengan Inpres Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dan fokus pada ketahanan pangan dalam menghadapi krisis di tengah ancaman resesi global.

“Jadi tadi setelah mendengarkan pemaparan Kakanwil DJPb Bengkulu, jelas penyerapan anggaran Pemprov Bengkulu dan Pemda Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu terbilang baik,” terang Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Fachriza, usai pimpin Rapat Koordinasi dan Press Release Capaian Kinerja APBN, APBD, TKDD TA 2022 Provinsi Bengkulu, Optimalisasi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembahasan Proyeksi Isu Strategis Nasional TA 2023, di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu, Selasa (24/01).

“Namun di sisi lain sesuai dengan arah kebijakan pemerintah pusat, isu penekanan kemiskinan ekstrem, pengendalian ketahanan pangan termasuk stunting masih menjadi fokus kerja kita bersama,” sambungnya.

Lanjut Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Fachriza, terkait dengan realisasi anggaran APBD se-Provinsi Bengkulu 3 tahun terakhir memang sebagian besar masih dibiayai dari transfer ke daerah dan nilai SILPA mengalami tren peningkatan.

“Juga dari DJPb Bengkulu juga telah mengingatkan Pemda, baik itu di provinsi maupun di kabupaten/kota terkait dengan strategi untuk mengantisipasi SILPA tersebut. Sehingga walaupun tetap ada SILPA namun tidak melebihi batas toleransi sesuai yang diatur oleh Kementerian Keuangan,” imbuhnya.

Disampaikan Kepala Kanwil DJPb Bengkulu Syarwan, kendatipun realisasi anggaran APBN maupun APBD Bengkulu tahun 2022 terbilang baik, namun diketahui realisasi anggaran di tingkat desa masih ada yang bermasalah, sehingga transfer anggaran dari pusat untuk beberapa desa terancam dikurangi bahkan terhenti di tahun 2023.

Terlebih ada tiga desa yaitu Desa Kertapati di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Desa Kasie Kasubun di Kabupaten Rejang Lebong, yang pengaluran dana desa tahap III tahun 2022 tidak bisa dilakukan karena masalah hukum. Serta Desa Sumber Makmur di Kabupaten Mukomuko akibat tidak tercapai realisasi anggaran dan output.

“Ini jadi pekerjaan kita bersama bagaimana untuk lebih memperhatikan tingkat pemahaman Kades dan perangkat untuk mengelola keuangan desa. Kami dari Kanwil DJPb Bengkulu siap melakukan pendampingan jika ada pemerintahan desa yang mengalami kendala dalam hal pengelolaan dan laporan pertanggung jawaban keuangan desa,” jelasnya.

Tour Of Duty And Tour Of Area

Kota Bengkulu >> Komandan Korem 041/Gamas Brigjen TNI Dr. A. Budi Handoyo, M. Tr.(Han) Pimpin Sertijab Dandim 0407/Kota Bengkulu bertempat di Gedung Balai Prajurit Korem 041/Gamas Jl . Pembangunan No. 3 Padang Harapan Kota Bengkulu, Selasa ( 24/01/2023)

Komandan Kodim 0407/Kota Bengkulu resmi berganti dari Kolonel Inf Hendriawan Senjaya, SE, M.Tr (Han) kepada Letnan Kolonel Kav Widodo Pujianto, S. H. Bahkan pada hari Selasa (24/01/23) digelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) serta tradisi penerimaan warga baru dan pelepasan mantan pejabat Korem 041/Gamas yang dipimpin langsung oleh Danrem 041/Garuda Emas.
“Pergantian pejabat baik di lingkungan atau jajaran Korem 041/Gamas merupakan hal yang biasa terjadi, karena itu juga sebagai bentuk dan upaya penyegaran serta regenerasi pejabat di lingkungan TNI Angkatan Darat, ” ungkap Danrem. Dalam kesempatan ini, lanjut Handoyo, atas nama Danrem mengucapkan selamat dan terimakasih kepada pejabat lama, Kolonel Inf Hendriawan Senjaya beserta isteri atas dedikasi dan pengabdian serta prestasi selama bertugas di Kodim 0407/Kota Bengkulu yang sangat baik. “Selamat juga atas jabatan baru sebagai Kasi Intel Kasrem 051/Wkt Kodam Jaya” katanya.
Disisi lain dirinya juga mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung menjadi warga Korem 041/Gamas kepada pejabat baru Dandim 0407/Kota Bengkulu, Letnan Kolonel Kav Widodo Pujianto, S. H beserta istri yang merupakan Abituren Akademi Militer tahun 1999.
Dalam sambutannya Danrem menyampaikan bahwa sebagai Komandan maupun sebagai pemimpin selama menjabat di tempat tugas baru pegang teguh Integeritas dan Karakter yang berkualitas sehingga dalam melaksanakan tugas akan merasa tenang, Selama itu bermanfaat sesuai aturan dan ketentuan, tidak merugikan orang lain dan tidak melanggar norma agama lanjutkan kegiatan tersebut dan tidak perlu ragu-ragu,” singkat Danrem.

Ditambahkan dalam melaksanakan tugas kedepan agar hilangkan budaya tidak keenakan hati karena ini bagian penyebab tidak bisa berkembang. Dan perlu diingat Bila anda berhasil dalam melaksanakan tugas sesuai dengan yang diharapkan serta sesuai keinginan jangan lupa mengucapkan Terimakasih kepada keluarga dan orang terdekat yang ada disekelilingmu baik langsung maupun tidak langsung, dan sebaliknya apabila anda gagal tidak berhasil maka jangan sekali-kali menyalahkan orang lain, tetapi yang harus dilakukan Evaluasi dan introspeksi diri sendiri sehingga akan menyadari bahwa hal itu merupakan kelemahan kita sendiri, ” tegas Danrem.

Dalam acara ini juga dilakukan serah terima jabatan Ketua Persit KCK Cabang XVIII Kodim 0407/Kota Bengkulu Koorcab Rem 041 PD II/Sriwijaya dari Ny. Lestari Hendriawan kepada Ny. Widodo Desy Aditya yang disaksikan oleh Ketua Persit KCK Koorcab Rem 041 PD II/Sriwijaya Ny. Dyah Budi Handoyo

Hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Dr. A. Budi Handoyo, M. Tr. ( Han), Kasrem 041/Gamas Kolonel Inf Veri Sudijanto Sudin, S. I. P., M. Si, Kasiren Korem 041/Gamas, para Kasi Kasrem 041/Gamas, para Dandim jajaran Korem 041/Gamas, para Dan/Ka Satdisjan jajaran, para Pasi, para Kabalakrem, Ketua Persit KCK Koorcabrem 041 PD II/Sriwijaya dan Pengurus , Prajurit serta PNS Korem 041/Gamas.

( Penrem041 )

Annirell.Com - Media Siber - Berita, Publikasi, Banner dan Ucapan - Hotline : 082176018559 - 087791104004..🤗

Utamakan Kesejahteraan Anggota

Kota Bengkulu >> Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Dr. A. Budi Handoyo, M. Tr. ( Han) pimpin Rapat Anggota Tahunan Primkop Kartika Raflesia Korem 041/Gamas tutup buku 2022 bertempat di gedung Balai Prajurit Korem 041/Gamas, Selasa,(24/1/2023)

Dalam suasana cuaca kurang mendukung setelah kegiatan upacara penyambutan satgaster dilanjutkan dengan Rapat Anggota Tahunan Primkop Kartika Raflesia Korem 041/Gamas tutup buku 2022 yang langsung dipimpin oleh Danrem 041/Gamas bertempat di gedung Balai Prajurit Korem 041/Gamas Jl. Pembangunan No. 3 Padang Harapan Kota Bengkulu dengan tema ” Kita Mantapkan Penataan Koperasi Yang Sehat Usaha , Organisasi dan Keuangan Secara Terpadu Menuju Koperasi, Mandiri, Maju dan Profesional”.
Dalam kegiatan ini dihadiri sebanyak 208 personel baik prajurit dan PNS sekaligus sebagai anggota koperasi.

Acara diawali laporan singkat Kaprimkop Kartika Raflesia Letda Chb Yonalis disampaikan bahwa realisasi rencana RAT pada tahun 2022 yang lalu sudah dapat dilaksanakan sehingga target-target dan sasaranya semua dapat tercapai, akan tetapi masih terdapat beberapa hambatan yang dihadapi diantaranya masalah harga jual di Koperasi yang tidak menentu, belum sadarnya anggota untuk dapat berbelanja di Koperasi ” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Kota Bengkulu menyampaikan Rapat Anggota Koperasi (RAT) adalah kekuasaan tertinggi sehingga wajib untuk dilaksanakan selagi kita berdomisili di badan hukum Koperasi. Lebih lanjut beliau mengatakan untuk dapat mencapai target-target dan sasaran tentunya bukan menjadi tugas dari pengurus saja akan tetapi semua anggota harus ikut berpartisipasi untuk mewujudkannya, diharapkan para anggota Koperasi dapat memberikan masukan dan saran untuk dapat memajukan Koperasi, sehingga Koperasi dapat tumbuh maju dan besar dan kesejahteraannya nantinya dapat dirasakan oleh seluruh anggota, budayakan dalam membuat laporan yang simpel namun dokumen yang ada sesuai dengan uang yang ada , juga dapat menyesuaikan kebijakan pimpinan dengan kondisi yang ada,’jelasnya.

Pada kesempatan ini Danrem 041/Gamas mengatakan keberadaan koperasi dilingkungan TNI-AD merupakan salah satu kebutuhan mendasar, karena koperasi memiliki peran dan tanggung jawab dalam meningkatkan kesejahteraan bagi para anggotanya, untuk mencapai tujuan tersebut tentunya diperlukan koordinasi dan kesungguhan para pengurusnya dalam menciptakan peluang-peluang usaha serta mencari terobosan-terobosan baru yang dapat menghasilkan keuntungan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Lebih lanjut menjelaskan pengelolaan suatu Koperasi yang berhasil sangat ditentukan oleh aspek-aspek/manajemen yang profesional yang modern.

Yang terpenting miliki kecerdasan karena kecerdasan adalah Ketajaman berpikir sesuai logika, gak perlu banyak-banyak teori berpikirlah yang simpel – simpel dan bekerja secara transparan sehingga tidak akan muncul masalah. Momen seperti ini jadikan sebagai evaluasi untuk kedepannya dapat bergerak ke arah yang lebih baik.

Sejalan dengan itu, peranan badan pengawas hendaknya difungsikan secara optimal. Tolak ukur keberhasilan dapat dilihat dan dirasakan manfaatnya oleh para anggota apabila organisasi itu memenuhi 3 (tiga) syarat, diantaranya sehat organisasi, sehat usaha dan sehat mental, saya mengharapkan ke 3 (tiga) syarat ini dapat dilaksanakan oleh Primkopad Korem 041/Gamas sehingga tujuan dapat tercapai. ujarnya

Rapat Anggota Tahunan ini dihadiri oleh Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Dr. A. Budi Handoyo, M. Tr. ( Han) , Para Kasi Korem 041/Gamas, Para Kabalakrem 041/Gamas. Pasi Korem 041/Gamas, dan seluruh Prajurit dan PNS Korem 041/Gamas

(Penrem041)

Polisi Bersama Warga Gotong Royong Evakuasi Truk Terjebak Banjir

Bengkulu Tengah >> Hujan beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Provinsi Bengkulu. Salah satu titik lokasi yang menjadi pantauan petugas yakni diruas jalan Kembang Seri-Air Sebakul tepatnya di Desa Jayakarta Kec. Talang Empat Kab.Bengkulu Tengah.

Dari pantauan petugas di lapangan, Senin kemarin (22/01/2023), tingginya debit air hingga mencapai pinggang orang dewasa tersebut menyebabkan akses kendaraan tidak dapat dilewati. Beberapa kendaraan yang memaksakan diri untuk menerobos banjir mengalami mati mesin atau mogok. Akibat kejadian tersebut anggota bersama dengan warga setempat bergotong royong mendorong mobil yang terhenti di tengah banjir agar bisa dilakukan evakuasi.

“Hari ini personil Satlantas Polres Bengkulu Tengah melaksanakan pengaturan lalu lintas dilokasi banjir diruas jalan Kembang Seri-Air Sebakul Desa Jayakarta Kec. Talang Empat Kab.Bengkulu Tengah. Untuk saat ini akses jalan sementara belum bisa dilewati dikarenakan air masih mengenangi ruas jalan,” jelas Ipda Mawardi.

Pada kesempatan itu, petuga juga secara aktif melakukan patroli mobiling mengingatkan warga yang bertempat tinggal di lokasi rawan banjir untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. (***/rls)

Polri Kembali Gelar Hoegeng Awards, Ada Lima Ketegori

Jakarta >> Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menggelar kegiatan Hoegeng Awards pada tahun ini. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat memacu semangat anggota Polri di lapangan untuk terus berbuat baik.

Penyelenggaraan Hoegeng Awards pertama kali dicetuskan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat rapat kerja dengan Komisi III DPR pada Januari 2022.

“Adapun background penyelenggaraan Hoegeng Awards ini bermula dengan adanya tagar percuma lapor polisi dan satu hari satu oknum. Lalu Pasal 30 ayat 4 UUD 1945 yaitu Polri sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengoyami, melayani masyarakat serta menegakan hukum,” kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/1/2023).

Lebih lanjut, Dedi menuturkan, penyelenggaraan Hoegeng Awards juga dilatarbelakangi oleh humor dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menyatakatan hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia, yakni patung polisi, polisi tidur dan mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso.

“Munculnya humor dari Gus Dur ini seakan telah melegitimasi bahwa sangat sulit mencari polisi jujur dan berintegritas di negara ini,” katanya.

Dedi menuturkan, Hoegeng Awards bukan merupakan konteks popularitas dan banyak-banyakan usulan. Melainkan proses seleksi yang menitikberatkan pada dampak positif untuk institusi Polri maupun masyarakat luas, dengan berlandaskan pada nilai keteladanan Hoegeng Iman Santoso.

Pada penyelenggaraan Hoegeng Awards 2022 ada tiga kategori yang diperebutkan. Yaitu Polisi Inovatif, Polisi Berdedikasi, dan Polisi Berintegritas.

Tahun ini, ada lima kategori yang diperebutkan yaitu Polisi Berintegritas, Polisi Inovatif, Polisi Berdedikasi, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, dan Polisi Tapal Batas.

Adapun dewan pakar yang nanti memutuskan penerima Hoegeng Awards yaitu Wakil Ketua MPR Arsul Sani, Anggota Kompolnas Poengky Indarti, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, Anggota Komnas HAM Putu Elvina dan Mantan Plt Pimpinan KPK Mas Achmad Santosa.

“Adapun kriteria penjurian yaitu pertama anggota Polri aktif, lalu tidak memiliki catatan negatif data internal Polri, ketiga memiliki impact atau dampak terhadap masyarakat luas, keempat memiliki citra positif di mata masyarakat sekitarnya, kelima berintegritas dan menjalankan prinsip-prinsip Presisi,” katanya. (***/rls)

KUR 2023 Ketidakpastian Dalam Jangka Pendek Namun Positif Untuk Jangka Panjang

Jakarta >> Pemerintah akhir-akhir ini telah memfinalisasi anggaran KUR untuk tahun 2023 sebesar Rp450 triliun (+21%) namun porsi untuk BBRI hanya naik +4% yoy menjadi Rp270 triliun.

Dilansir pada laman Ipot.news dalam jangka pendek masih ada ketidakpastian terkait bunga KUR namun ada beberapa perubahan yang akan berdampak positif dalam jangka panjang antara lain persyaratan yang lebih ketat bagi debitur, siklus maksimum untuk KUR dan kenaikan bertahap untuk bunga pinjaman.

Saat ini BBRI diperdagangkan pada PBV 2.1x (-1 s.d ) dan PER 12.6x, dan masih ada ruang yang cukup luas untuk memangkas biaya kredit (CoC) meskipun ada kekhwatiran terkait margin bunga bersih (NIM). (***)

Gubernur Rohidin Instruksikan 3 Hal Saat Inspeksi Langsung Banjir di Bengkulu Tengah

Bengkulu Tengah >> Bencana banjir menimpa di sebagian besar desa di Kecamatan Talang Kebupaten Bengkulu Tengah (Benteng) pada Minggu, 22/01/2023 malam. Hingga Senin siang air masih terpantau belum surut total dan masih banyak rumah tergenang dan beberapa infrastruktur rusak.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah didampingi Pj. Bupati Benteng Heryandi Roni, Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Dedi Wahyudi, beberapa Kepala OPD Pemprov Bengkulu dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Benteng, turun langsung ke lokasi bencana, melakukan peninjauan dan menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak.

Dari pantauan dan koordinasi bersama jajaran di lapangan, Gubernur Rohidin menegaskan 3 hal terkait penanggulangan dan penanganan banjir.

Pertama meminta BPBD Provinsi Bengkulu bersama BPBD Kabupaten Benteng dan BPBD Kota Bengkulu, memastikan betul penyaluran bantuan terlaksana dengan baik dan bantuan yang disalurkan bisa terkoordininir, baik melalui Pemda Kabupaten Benteng maupun Pemkot Bengkulu.

Kedua melakukan peninjauan melalui tim khusus untuk mendeteksi lebih lanjut atas penyebab terjadinya banjir di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkulu. Sehingga diketahui sejauh mana aktivitas pertambangan dan perkebunan itu betul-betul berdampak terhadap kejadian banjir tersebut.

“Supaya nanti bisa kita lakukan evaluasi bersama bagaimana tanggung jawab dari masing-masing pihak, kemudian langkah-langkah strategis apa yang bisa diambil. Sehingga kejadian banjir ini ke depan bisa kita antisipasi,” jelas Gubernur Rohidin usai tinjau lokasi banjir di Desa Taba Terunjam, Kabupaten Benteng, Senin (23/01).

Ketiga lanjut Gubernur Rohidin, terhadap infrastruktur yang rusak terutama jalan dan jembatan akibat banjir, dirinya telah menginstruksikan kepada Bupati Benteng untuk berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang ada.

“Sehingga ini menimbulkan tanggung jawab dari semua pihak termasuk dari pihak perusahaan yang ada atas bencana banjir yang terjadi,” jelasnya.

Di samping itu, Gubernur Bengkulu ke-10 ini juga meminta kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kemudian saya minta kepada masyarakat dengan segala kesabaran untuk selalu bekerjasama dengan baik menjaga Kamtibmas,” tutupnya.

Pj. Bupati Benteng Heryandi Roni mengatakan, di Kabupaten Benteng saat ini terdapat lebih dari 10 desa yang terdampak banjir, dengan lokasi banjir terberar di 5 desa, salah satunya di Desa Taba Terunjam Kecamatan Talang Empat.

“Kami dari Pemkab Benteng siap melaksanakan apa yang diarahkan Pak Gubernur. Sehingga bencana banjir bisa ditanggulangi secara baik serta keamanan masyarakat terus terjaga,” ungkapnya. (***)

Polri Kembali Buka Pendaftaran Perwira Polri Sumber Sarjana

Jakarta >> Polri secara resmi akan membuka pendaftaran penerimaan perwira Polri sumber sarjana (SIPSS) T.A 2023. Pendaftaran penerimaan SIPSS Polri tersebut dibuka mulai Selasa, 24 Januari hingga Minggu, 29 Januari 2023.

Bagi masyarakat yang ingin mendaftar bisa langsung secara online melalui laman penerimaan.polri.go.id.

Dari data yang berhasil di peroleh, penerimaan SIPSS T.A 2023 ini terbuka untuk lulusan D4, S1 dan S2.

Dan bagi peserta yang nantinya di nyatakan Lolos terpilih akan menjalani pendidikan selama 6 bulan di lemdiklat Akpol Polri Semarang, Jawa Tengah.

Adapun persyaratan umum bagi para pendaftar yakni

  1. WNI
  2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
  3. Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
  4. Berumur paling rendah 18 tahun
  5. Sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba (surat keterangan bebas narkoba dari instansi yang berwenang)
  6. Tidak sedang terlibat kasus pidana atau pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan kepolisian (SKCK) dari Polres setempat
  7. Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela
  8. Bersedia di tempatkan di seluruh wilayah NKRI dan bersedia ditugaskan pada satker sesuai keahlian atau latar belakang program studinya.

Dan selain persyaratan umum para pendaftar dapat mengetahui persyaratan khusus yang dapat di akses di lama web penerimaan.polri.go.id. (***/rls)

Warga Penurunan Dilarikan Ke RSHD

Pegawai Dinas Kesehatan Candra : Mohon Pihak Keluarga menemuinya disana.

Kota Bengkulu >> Mahasan Junaidi alias Alex, warga Jalan Putri Gading Cempaka RT 2 Kelurahan Penurunan diantar oleh Ketua RT 2 dibantu oleh warga ke Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu karena sakit, Sabtu (21/1/23)

Belum diketahui secara pasti nama atau jenis penyakit yang dideritanya. Namun di bagaian kedua belah puting dadanya terdapat luka seperti koreng. Informasi yang didapat, selama ini Mahasan tinggal di salah satu kontrakan di Kelurahan Penurunan dan ia termasuk warga tidak mampu.

Sedangkan keluarganya tinggal di Dusun Tengah Arang Sapat Kabupaten Seluma. Ini diceritakan oleh Candra Wijaya, salah seorang warga Penurunan yang ikut memgantar pasien ke RS.

Candra yang merupakan pegawai di Dinas Kesehatan Kota Bengkulu menyampaikan bahwa pasien selama ini numpang di kosan temannya di Penurunan.

“Dia (pasien) numpang di tempat kos temannya yang kerja di BenMall. Tapi sudah jadi warga kota dan sudah punya KTP serta KK. Kalau keluarganya semua di Seluma,” ujar Candra.

Candra berharap keluarga pasien segera ke RSHD menemui pasien dan menjaga pasien yang sedang dirawat. “Kasihan, dia masih bujang, sanak keluarga di Seluma. Bagi pihak keluarga yang kenal dengan pasien agar menemui pasien di rumah sakit atau bisa hubungi saya di nomor HP 085379624455,” demikian Candra.( ***/rls)

Imlek, Sejarah dan Perkembangannya Di Indonesia

Jakarta >> Sebelum Dinasti Qin, tanggal perayaan permulaan suatu tahun masih belum jelas. Ada kemungkinan bahwa awal tahun bermula pada bulan 1 semasa Dinasti Xia, bulan 12 semasa Dinasti Shang, dan bulan 11 semasa Dinasti Zhou di China. Bulan kabisat yang dipakai untuk memastikan kalender Tionghoa sejalan dengan edaran mengelilingi matahari, selalu ditambah setelah bulan 12 sejak Dinasti Shang (menurut catatan tulang ramalan) dan Zhou (menurut Sima Qian). Kaisar pertama China Qin Shi Huang menukar dan menetapkan bahwa tahun Tionghoa berawal pada bulan 10 pada 221 SM. Pada 104 SM, Kaisar Wu Yong Ming yang memerintah sewaktu Dinasti Han menetapkan bulan 1 sebagai awal tahun sampai sekarang. Tujuannya agar perayaan tahun baru bisa sesuai dengan masyarakat Tiongkok yang pada umumnya adalah masyarakat agraris. Pada masa Dinasti Zhou, perayaan tahun baru dilaksanakan pada saat winter solistice atau dongzhi.
Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan tahun baru Imlek sangat beragam. Dalam memaknai Imlek seperti perjamuan makan malam pada malam tahun baru, serta penyulutan kembang api.

Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, dilansir pada wikipedia, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa, dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas. Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang (sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.

Banyak lampion merah digantung selama perayaan Tahun Baru Imlek, sebagai makna keberuntungan.
Kalender suryacandra Tionghoa menentukan tanggal tahun baru Imlek. Kalender tersebut juga digunakan di negara-negara yang telah mengangkat atau telah dipengaruhi oleh budaya Han (terutama di Korea, Jepang, dan Vietnam) dan mungkin memiliki asal yang serupa dengan perayaan Tahun Baru di luar Asia Timur.

Dalam kalender Gregorian, tahun baru Imlek jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya, antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari. Dalam kalender Tionghoa, titik balik mentari musim dingin harus terjadi pada bulan 11, yang berarti tahun baru Imlek biasanya jatuh pada bulan baru kedua setelah titik balik mentari musim dingin (dan kadang yang ketiga jika pada tahun itu ada bulan kabisat). Di budaya tradisional di Tiongkok, lichun adalah waktu solar yang menandai dimulainya musim semi, yang terjadi sekitar 4 Februari.

Bersamaan dengan daur 12-tahun, masing-masing dengan shio hewan ada daur 10-tahun batang surgawi. Setiap surgawi dikaitkan dengan salah satu dari lima elemen perbintangan Tionghoa, yaitu: kayu, api, tanah, logam, dan air. Unsur-unsur tersebut diputar setiap dua tahun sekali, sementara perkaitan yin dan yang silih berganti setiap tahun. Unsur-unsur tersebut dengan itu dibedakan menjadi: kayu yang, kayu yin, api yang, api yin, dan seterusnya. Hal ini menghasilkan sebuah daur gabungan yang berulang setiap 60 tahun. Sebagai contoh, tahun dari Tikus Api Yang terjadi pada 1936 dan pada tahun 1996.

Banyak orang mengacaukan tahun kelahiran Tionghoa dengan tahun kelahiran Gregorian mereka karena tahun baru Imlek dapat dimulai pada akhir Januari sampai pertengahan Februari, tahun Tionghoa dari 1 Januari sampai hari imlek pada tahun baru Gregorian tetap tidak berubah dari tahun sebelumnya. Sebagai contoh, tahun ular 1989 mulai pada 6 Februari 1989. Tahun 1990 dianggap oleh beberapa orang sebagai tahun kuda. Namun, tahun ular 1989 secara resmi berakhir pada 26 Januari 1990. Ini berarti bahwa barang siapa yang lahir dari 1 Januari ke 25 Januari 1990 sebenarnya lahir pada tahun ular, alih-alih tahun kuda.

Pada masa Dinasti Qing, Kang Youwei (1858-1927), seorang reformis Ruisme menyarankan agar menggunakan Kongzi era yang dihitung dari tahun kelahiran Kongzi. Sedangkan Liu Shipei (1884-1919) menolak hal itu dan mengusulkan agar tahun kalender Tionghoa dihitung dari tahun kelahiran Huang Di. Yang menjadi suatu masalah adalah kapan Huang Di dilahirkan untuk dijadikan patokan perhitungan penanggalan Huang Di.

Liu Shipei memperkirakan tahun 2711 SM adalah tahun kelahiran Huang Di, jadi tahun 2008 M adalah tahun 4719 HE. Song Jiaoren (1882-1913) memperkirakan tahun 2697 SM adalah tahun kelahiran Huang Di, dan akhirnya banyak orang yang sepakat untuk menerima tahun 2697 SM sebagai awal penanggalan Huang Di. Dari angka inilah sekarang tahun baru Imlek ini bisa disebut tahun baru Imlek 4708 HE. Selain masyarakat luas, penganut Taoisme juga menyebutkan bahwa penanggalan Huang Di adalah tahun yang mereka gunakan dan menyebutnya Daoli atau kalender Tao.

Sebagian besar masyarakat Tionghoa di luar negeri dan penganut Taoisme lebih suka menggunakan penanggalan Huang Di karena Huang Di atau Kaisar Kuning ini dalam sejarah Tiongkok dianggap sebagai bapak bangsa etnis Han atau orang Tionghoa pada umumnya. Dan para Taois menggunakan penanggalan Huang Di, karena dalam kepercayaan Taoisme kaisar Kuning ini adalah pembuka ajaran agama Tao. Alasan inilah yang membuat timbulnya penanggalan Huang Di Era dan penanggalan Dao. Keduanya sama, hanya saja istilah penanggalan Dao Era atau Daoli digunakan oleh para Taois.

Sama seperti etnis Tionghoa di berbagai negara lainnya, perayaan Tahun Baru Imlek juga dilaksanakan oleh etnis Tionghoa-Indonesia sejak beratus-ratus tahun kedatangan mereka di Nusantara. Berbagai kelompok bahasa dan budaya Tionghoa mempunyai praktik perayaan yang berbeda-beda antara satu sama lainnya. Kelompok mayoritas Tionghoa-Indonesia adalah Hokkien, maka perayaan yang bercirikhas dari kelompok inilah yang paling dominan terlihat di Indonesia.

Biasanya, perayaan tahun baru Imlek berlangsung sampai 15 hari. Satu hari sebelum atau pada saat hari raya Imlek, bagi warga Indonesia keturunan Tionghoa adalah suatu keharusan untuk melaksanakan pemujaan kepada leluhur, seperti dalam upacara kematian, memelihara meja abu atau lingwei (lembar papan kayu bertuliskan nama almarhum leluhur), bersembahyang leluhur seperti yang dilakukan pada hari Ceng Beng (hari khusus untuk berziarah dan membersihkan kuburan leluhur).

Di Indonesia, selama tahun 1968-1999, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek.

Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000, ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. (***)

Kapolri Gelorakan Semangat Persatuan-Kesatuan Saat Tutup Porseni NU

Jawa Tengah – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Nahdlatul Ulama (NU) di Solo, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu, 21 Januari 2023.

“Sore hari ini kita semua bisa berkumpul untuk melaksanakan kegiatan penutupan Porseni NU tingkat Nasional dengan tema ‘Merawat Raga, Memperkuat Bangsa untuk Peradaban Dunia’,” kata Sigit mengawali sambutannya.

Sigit menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang dari kegiatan tersebut. Namun, Sigit menekankan, yang paling terpenting dari Porseni NU tersebut adalah semangat menjaga Ukhuwah atau rasa persaudaraan sesama warga Nahdliyin dan seluruh masyarakat.

“Yang penting adalah bukan masalah menang dan kalah. Tapi bagaimana semua teman-teman, semua atlet yang ada datang kesini sambil silaturahmi dengan seluruh masyarakat. kita kemudian melaksanakan kegiatan bersama. Menang kalah urusan kedua. Tapi bagaimana menjaga kerukunan menjaga Ukhuwah, menjaga persatuan dan kesatuan itu nomor satu,” ujar Sigit.

Sigit menjelaskan pentingnya menggelorakan pesan untuk menjaga Ukhuwah dan persatuan serta kesatuan Indonesia. Terutama kepada seluruh kader muda NU yang merupakan generasi penerus bangsa.

Lebih dalam, Sigit menyebut, saat ini Indonesia telah memasuki tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024. Sebab itu, diperlukan sinergisitas dan semangat yang sama untuk tetap menjaga serta mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Dalam setiap kesempatan, selalu saya menyampaikan pesan untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Karena memang hal yang utama dijaga oleh kader-kader Nahdliyin adalah yang namanya persatuan dan kesatuan, masalah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka kader NU, Nahdliyin selalu menjadi garda terdepan untuk hal tersebut,” ucap Sigit disambut gemuruh tepuk tangan seluruh tamu undangan.

Sigit menegaskan, menjaga persatuan dan kesatuan NKRI merupakan tugas pokok dari TNI-Polri. Namun, semangat itu harus bersinergi dengan seluruh lapisan masyarakat termasuk seluruh warga Nahdliyin.

Apalagi, kata Sigit, seluruh warga
Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia telah teruji dalam bersinergi maupun berdiri di garis terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI dari segala bentuk ancaman maupun gangguan yang ada.

“TNI-Polri tentunya melaksanakan hal tersebut (menjaga persatuan-kesatuan) karena tugas pokok kita. Tetapi, Nahdliyin sudah teruji. Bahkan sebelum merdeka pun semangat cinta tanah air, telah digelorakan dengan semangat Hubbul Wathan Minal Iman, ini sudah jauh-jauh hari ada,” tutur Sigit.

“Jadi bicara menjaga keutuhan NKRI, seluruh Nahdliyin tidak diragukan lagi. Kita harapkan kedepan terus kita jaga,” tambah Sigit menekankan.

Disisi lain, Sigit juga mengingatkan kepada seluruh pemuda-pemudi NU untuk terus meningkatkan kualitas demi menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, ketika Indonesia memasuki bonus demografi pada tahun 2030 – 2035.

Sigit berharap, generasi penerus NU memiliki kualitas SDM yang unggul demi mewujudkan visi Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang. Sehingga terwujud estafet kepemimpinan Indonesia.

“Ini menjadi harapan kita semua. Adik-adik yang ada disini kedepan menjadi orang penting. Apakah itu di jajaran birokrat atau tetap membesarkan pesantren di dunia pendidikan. Ataukah di tempat lain. Yang jelas kita inginkan, kader disini tahun itu, menjadi orang hebat,” tutup Sigit. (***/rls)

Eksploitasi Anak, 3 Pria Diamankan Polresta Bengkulu

Kota Bengkulu >> Ungkap kasus dugaan tindak pidana Penipuan dan Penggelapan serta Tindak Pidana Eksploitasi Secara Ekonomi dan Seksual dan Persetubuhan Terhadap Anak, Sat Reskrim Polresta Bengkulu Polda Bengkulu berhasil mengamankan 3 orang pria sebagai terduga pelaku.

“Ketiga orang terduga pelaku tersebut berhasil diamankan setelah kita menerima Laporan Polisi pada tanggal 17 Januari kemarin”, terang Kabag Ops Polresta Bengkulu Polda Bengkulu Kompol Jufri, S.IK, didampingi Kasat Reskrim AKP Welliwanto Malau, S.IK., MH dan Kasi Humas AKP Sugiharto saat menggelar konferensi pers kemarin Kamis (19/01).

Hasil pemeriksaan sementara, kasus eksploitasi anak bermula saat korban seorang pelajar perempuan yang masih berumur 15 tahun menginap dirumah pelaku yang berada di Kelurahan Kebun Beler Kecamatan Ratu Agung pada bulan Desember tahun 2022 lalu sembari meminta pelaku untuk mencarikan pelanggan tambahnya.

Pelaku yang berusia 30 tahun tersebut kemudian menghubungi kenalannya, sebut saja kumbang (40) dan menawarkan korban dengan harga Rp 2.000.000,- (Dua Juta Rupiah) yang langsung disanggupinya dengan memberikan uang muka sebesar Rp 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah), kemudian membawa korban kerumahnya untuk melakukan hubungan suami istri, dan setelahnya diberi uang Rp 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) sebagai sisa pembayaran” sambung Kabag Ops.

“uang yang diterima pelaku berusia 30 tahun kemudian dibagi dengan rekannya yang berusia 24 tahun dan dibelikan kebutuhan pokok seperti beras dan minuman keras yang berhasil kita sita sebagai barang bukti hasil kejahatan” tegasnya lagi sembari menyebut pelaku 30 tahun juga sempat melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak 4 kali.

Akibat kejadian tersebut, keluarga korban tidak terima dan membuat laporan polisi untuk ditindak lanjuti pungkasnya mengakhiri. (***)