Kota Bengkulu >> Kantor BEI Perwakilan Bengkulu gelar Media Gathering berjalan sukses, bertempat disalah satu Resto Berkelas di depan Mapolda Bengkulu, Kamis, 21 Agustus 2025.
Kegiatan rutin tahunan yang dilakukan ini diawali dengan ramah tamah dengan seluruh awak media yang ada. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan perkembangan pasar modal dan jumlah transaksi saham di bursa Efek Indonesia baik di Indonesia hingga di Provinsi Bengkulu.
Untuk di Provinsi Bengkulu sebanyak 77.366 orang telah membuat akun / Single Investor Identification (SID) yang tercatat hingga Juni 2025. Dibanding Desember 2024, ada kenaikan cukup signifikan hingga 5.383 orang. Sedangkan nilai transaksi juga meningkat dua kali lipat yakni sebesar 156 Miliar diangka 382.9 Miliar dengan perbandingan data yang sama.
“Untuk di Provinsi Bengkulu ada tren kenaikan masyarakat khususnya untuk usia 18 hingga 25 tahun dalam pembuatan akun dan melakukan transaksi saham. Hal ini membuktikan bahwa literasi saham sudah sampai ke masyarakat, tinggal menunggu tingkat kesadaran akan stabilitas finansial dimasa tidak produktif bagi mereka nantinya dengan membuka akun dan melakukan investasi saham. 40 persen kekayaan orang-orang terkaya yang ada baik dunia maupun di Indonesia, mereka menginvestasikan kekayaan mereka kedalam perusahaan dengan membeli saham perusahaan tersebut, ” papar Marina Raysada, Kepala BEI Perwakilan Bengkulu.
Selain itu ia juga berharap dengan kegiatan ini media lebih inten memberikan informasikan kepada masyarakat mengenai pasar modal.
“Kami minimal sekali setahun melakukan media gathering ini dengan tujuan untuk bersinergi dalam menyampaikan literasi keuangan baik dengan teman-teman Insan media dan juga menyampaikan kepada masyarakat. Kami tidak bisa lepas dari dukungan media karena tanpa media kita tidak bisa melakukan literasi keuangan dengan baik, dengan harapan inklusi dapat tercapai, ” pungkas Ina kerap disapa.
Diakhir kegiatan ada dua orang insan media membuka akun di Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), dimana mereka akan berinvestasi Pasif Income selain menjalankan profesi mereka sebagai seorang jurnalist / wartawan. (Ryo Kun)

