oleh

TNI Serbu Penyaluran Vaksin & Sembako

Jakarta, ARL – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, menyaksikan penandatanganan perjanjian Kerja Sama antara TNI AD dengan PT. Kimia Farma Diagnostika bertempat di Mabesad, Jumat (21/01). Kerja sama ini berkaitan dengan penyaluran Vaksin dan pendistribusian.

Sembako untuk masyarakat. Hadir juga dalam acara ini Wakasad, Irjenad, Koorsahli Kasad, para Asisten Kasad, Kapuskesad, Dirkumad, Dirops PT. Kimia Farma Diagnostika, serta Direktur keuangan, SDM Umum dan Umum PT. Kimia Farma Diagnostika.


Adapun penandatangan kerja sama dari TNI AD diwakilkan oleh Aspers Kasad Mayor Jenderal TNI Wawan Ruswandi, sedangkan dari Kimia Farma oleh Direktur Utama PT. Kimia Farma Diagnostika, drg. Ardhy Nugrahanto Wokas M.Sc PH., M.Sc HM., Ph.D., DIC., MCSO.

Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT. Kimia Farma Diagnostika, atas kepercayaannya kepada TNI AD untuk menyalurkan vaksin sekaligus pendistribusian sembako.

Foto bersama usai penandatanganan Kerjasama TNI dan PT Kimia Farma Diagnostika.

Ia menambahkan nahwa kerjasama ini sejalan dengan kebijakan TNI AD dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat khususnya, dalam hal mengatasi pandemi Covid-19 yang masih melanda tanah air hingga saat ini. Selain vaksin dilakukan juga pembagian sembako bagi masyarakat yang perekonomiannya kurang.

Menurut Kasad, vaksin gotong royong yang nantinya akan didistribusikan adalah vaksin jenis sinopharm yang telah melewati berbagai riset dan uji klinis sehingga sudah mendapat ijin pemakaian dari BPOM. Pemakaian vaksin ini dapat dipastikan aman untuk masyarakat Indonesia.

โ€œVaksin gotong royong akan segera didistrubusikan kepada satuan komando kewilayahan yang memiliki angka vaksinasi masih rendahโ€ ujar Kasad.

Senada disampaikan oleh Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, drg. Ardhy Nugrahanto bahwa menjadi suatu kehormatan bagi PT. Kimia Farma karena dapat berkolaborasi dan bekerjasama dengan TNI AD dalam pendistribusian vaksin gotong royong.

Ada kendala tersendiri sambungnya dalam memobilisasi massa dan pelayanan di daerah-daerah terpencil yang belum mampu dijangkau oleh pihaknya. Selain itu kerjasama dengan TNI AD diyakini akan dapat mempercepat proses distribusi vaksin hingga tercapainya tujuan yaitu terciptanya herd immunity sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (RYO/PenAD)

Berita Utama lainnya

Jangan Lewatkan

Berita Lainnya...