oleh

Tujuan Pasar Panorama Dilelang

Kota Bengkulu >> Proses pelelangan pengelolaan pasar Panorama ke pihak ketiga oleh Pemkot Bengkulu, nampaknya akan segera terealisasi. Dalam waktu dekat, lelang akan dilakukan. Penilaian dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) pun telah selesai, namun sampai saat ini belum jelas berapa nilai lelang yang ditetapkan.

Sementara sebelumnya, Walikota Bengkulu Helmi Hasan, telah memikirkan lelang pasar panorama untuk penataan pasar agar lebih tertib dan tak ada lagi pedagang yang berjualan di bahu jalan.

“Pasar panorama ini kita coba cari alternatif dengan memberikan peluang bagi pihak ketiga untuk mengelolanya, seperti di kota-kota besar lainnya itu dilakukan dan hal ini yang ingin kita coba,” ujar Helmi.

Iapun menyampaikan pengelolaan apabila sudah di pihak ke tiga harapannya pasar panorma lebih tertata nantinya.

“Mudah-mudahan dengan cara yang baru bagi Kota Bengkulu ini akan ada perbaikan nantinya. Sehingga tak ada lagi pedagang yang berjualan di pinggir (bahu) jalan maupun trotoar, dan juga tak ada lagi permasalahan kebersihan dan sebagainya,” ungkap Helmi.

Senada disampaikan oleh Asisten II Saipul Apandi. Ia menjelaskan tahapan demi tahapan telah dilakukan dan dalam waktu dekat pihaknya akan segera melelang pasar tersebut. Dinas terkait yakni Disperindag diminta segera membentuk tim untuk menilai item-item yang akan segera dilelang.

“Alhamdulillah, dalam waktu dekat kita akan lakukan lelang. Ada 6 item yang akan di lelang di pasar tersebut dan kita minta Disperindag membentuk tim untuk menilai item mana yang akan dilakukan. Kita sudah menggelar rapat dan tinggal memberikan SK nya saja. Insya allah PAD kita dari sektor pasar ini meningkat dari sebelumnya,” ungkap Saipul, Kamis (15/9/2022).

Ia menambahkan harapanya ditangan pihak ketiga pasar panorama semakin baik, terutama terkait penataanya agar tak semrawut lagi dan terpenting ialah menjadi penyumbang PAD. Karena selama ini diduga banyak kebocoran PAD dari sektor pasar Panorama karena memang lokasi tersebut rawan dimanfaatkan oknum yang mengklaim menguasai wilayah tersebut dengan secara mandiri memungut retribusi lapak dan parkir.

“Dengan adanya pihak ketiga yang mengelola pasar ini diharapkan dapat mengubah bentuk pasar dan menata para pedagang serta menertibkan retribusi yang harusnya masuk ke pihak pengelola,” tutupnya. (***)

Berita Utama lainnya

Jangan Lewatkan