SAR Bengkulu dan Rencana Kontingensi Pencarian

Kota Bengkulu, Annirell.Com >> Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) akan kesiapan dan melaksanakan tugas fungsinya dalam pertolongan dan evakuasi masyarakat Bengkulu menggelar Rencana Kontingensi Pencairan dan Pertolongan dalam rangka pemetaan wilayah rawan kedaruratan, Kamis (15/10) bertempat di aula Hidayah kantor Pemerintahan Kota Bentiring Kota Bengkulu. Kegiatan tersebut dihadiri pemangku kebijakan di Pemerintahan, Forkopimda, Bapenas, Aliansi Profesi Wartawan (Persatuan Wartawan Indonesia dan Asosiasi Jurnalis Indonesia) Kota Bengkulu, media lainnya serta tamu penting lainnya.

Kota Bengkuku merupakan salah satu wilayah rawan bencana di Pulau Sumatera. Adapun sumber gempa tidak hanya berasal dari laut, seperti Segmen Mentawai dan Enggano, tetapi juga dari daratan, seperti Segmen Dikit, Ketahun, Musi, Manna, dan Kumering Utara. Sumber gempa di daratan ini juga berpotensi memicu gempa kuat, tetapi tidak selalu disertai tsunami. Sedangkan yang terjadi di laut,. Gempa dapat menimbulkan tsunami.

Mengawali kegiatan ini, Kepala Kantor SAR Bengkulu, Muslikun Sodik, S.K.M menyampaikan dengan keadaan potensial kerawanan akan potensi gempa bumi, perlu kecepatan dan ketepatan bertindak sangat diperlukan dalam melakukan penyelamatan masyarakat. BASARNAS perlu adanya sinergitas semua pemangku kebijakan dalam menangani hal tersebut. Melalui kegiatan ini ditekankan akan tiga hal yaitu menghilangkan ego sektoral dan membangun keterpaduan komando dalam menangani situasi darurat terjadi. Kemudian pemetaan ril kapabilitas sumber daya berbasis kajian tehnis selaras arahan Pemerintah Kota Bengkulu, mendorong seluruh instansi potensi SAR untuk pemetaan ketersediaan serta kebutuhan tiap personil berkebutuhan tehnis sarana dan prasarananya, jalur evakuasi serta titik kumpulnya sehingga kesenjangan sumber daya dilapangan dapat antisipasi. Dan ketiga untuk mewujudkan hidup dan teruji akan tujuan pelaksanaan kegiatan ini kedepannya dalam menghadapi bencana kedaruratan.

“Dengan potensi Gempa di Kota Bengkulu, karena itu, teman-teman dari Basarnas bersama-sama kita semua berkolaborasi menyusun rencana kontingensi hari ini khususnya untuk evakuasi dan penanganan pascagempa. Namun yang paling penting tetaplah kesadaran untuk melakukan evakuasi mandiri. Kita tidak bisa selalu menunggu bantuan datang. Mari bersama-sama membangun kesiapsiagaan mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. BMKG bersama Basarnas dan instansi terkait juga akan terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi bencana serta langkah yang perlu dilakukan untuk menghadapinya. “Ujar Kakan SAR Bengkulu, Muslikun Sodik.

Senada disampaikan Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi yang diwakilkan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bengkulu, Sehmi Alnur menyampaikan apresiasi kepada Basarnas, BPBD Kota Bengkulu serta semua pihak yang dilibatkan dalam kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi. Kota Bengkulu sambungnya merupakan wilayah yang perlu diberikan perhatian serius terhadap potensi bencana gempa bumi. Untuk itu perlu kita meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat kordinasi dan menyiapkan langkah-langkah penanganan kedaruratan secara terencana. Peningkatan kapasitas SDM dan kesiapan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, oleh karena itu kegiatan ini memiliki arti penting bagi kota Bengkulu, bukan Anya sekedar formalitas tetapi atus menjadi pedoman operasional yang dapat digunakan oleh seluruh pihak ketika menghadapi situasi kedaruratan.
Disamping itu Walikota Bengkulu menekankan tiga hal yang ditekankan dalam kegiatan ini yakni pemetaan wilayah harus berbasis data dan sajian tehnis terhadap infrastruktur penting, jalur evakuasi serta lokasi tempat kumpul dan pelayanan darurat. Adapun kedua perkuat sinergi dan kordinasi dalam penanganan bencana, dibutuhkan kerjasama yang solid semua pihak terkait dalam penanganan kedaruratan bencana. Sedangkan ketiga mengutamakan keselamatan perlindungan masyarakat dan seluruh perencanaan yang dilakukan harus berbuah manis, dan yang utama yaitu melindungi masyarakat dan penyelamatan dimalam hari. (R10)

banner 300x200