oleh

Ada Empat Risiko Dibalik Investasi Atau Trading Yang Harus Diketahui

Jakarta >> Di dalam dunia investasi atau trading secara umum terdapat empat risiko yang perlu cermati oleh investor agar investasinya tidak “loss” terlalu dalam.

Dilansir pada laman Ipot.News, yang mana Co-Founder Jelita Trading Bareng, Mono S. Patriabudi mengatakan meski risiko dibalik investasi atau trading adalah hal yang biasa, namun dengan strategi yang tepat risiko tersebut dapat ditekan atau bahkan dihindari oleh investor. Menurutnya semakin besar risiko yang ada di hadapan investor, biasanya dibarengi juga dengan potensi keuntungan yang besar juga.

Untuk risiko pertama yaitu basic risk yang berkaitan dengan posisi size kita sebagai seorang investor/ trader di market. Kedua, general market risk factor. Hal ini berkaitan dengan performa emiten seperti di saat investor sudah yakin terhadap suatu emiten, baik dari sisi fundamental yang baik maupun sisi teknikal yang bagus namun di pasar sedang dalam tren turun.

“Sebagus apapun emiten tersebut, kemungkinan besar akan terpengaruh juga pada risiko kedua ini,” kata Mono di Jakarta, Senin (12/12).

Ketiga, risiko volatilitas yang terkait dengan timing atau momentum seorang trader atau investor masuk ke satu emiten tertentu. Saat investor mengetahui momentum yang tepat untuk melakukan investasi atau trading maka peluang untuk mengambil keuntungan juga besar.

β€œKita juga bisa terkena impact volatility di sini jika masuk terlalu cepat atau keluar terlalu cepat. Jadi momentum di sini akan sangat terkait dengan volatility risk,” katanya.

Keempat, risk dari likuiditas dimana seorang trader atau investor dananya bisa nyangkut ke salah satu emiten pilihannya karena faktor likuiditas dari perusahaan atau emiten tersebut.

“Misal emiten LQ45 yang memiliki likuiditas besar kita kadang bisa beli, dan juga kita bisa keluar (jual) juga. Atau ada pula emiten dengan likuiditas rendah sehingga acapkali investor/trader bisa melakukan beli tetapi tidak bisa jual, dan akhirnya nyangkut atau terjebak di saham tersebut. Ini yang namanya risiko dari sisi liquidity,” ujarnya. (***/rls)

Berita Utama lainnya

Jangan Lewatkan