Kota Bengkulu, Annirell.Com >> Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bengkulu menggelar Sarasehan Perekonomian Diseminasi LPP Bengkulu dan Kajian Fiskal Regional, bertempat di Hotel Mercure Kota Bengkulu, (28/07). Forum diskusi tersebut dihadiri seluruh stake holder Provinsi Bengkulu dengan mengusung tema memperkuat stabilitas dan optimisme permintaan domestik guna mendorong intermediasi produk dan investasi berkualitas di Provinsi Bengkulu.

Sebagai Narasumber dalam forum ini Kepala KPwBI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, Perwakilan Direktorat Jenderal Pajak (DjP) Bengkulu, Ismael dan narasumber ketiga yakni darimpraktisi dan pengamatan perekonomian dari Standard chartered Indonesia, Aldian Taloputra.
Mengawali kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam hal ni mewakili Gubernur Provinsi Bengkulu, Helmi Hasan yakni Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, RA. Denny menyampaikan bahwa untuk sekarang ini Provinsi Bengkulu kondisi perekonomian Provinsi Bengkulu 4.27% lebih rendah dari pencapaian Sumatera diangka 5.11 dan Nasional yakni 5.61%. Hal ini ditentukan dari fondasi perekonomian yang kuat dan konsisten dalam menjaga laju inflasi. Untuk itu menjadikan Bengkulu menjadi yang pertama dalam pengendalian Inflasi di Sumatera. Untuk itu pesannya kita harus meningkatkan dan menjaga stabilitas perekonomian yang sedang bergulir.

Hal tersebut tambahnya dengan adanya salah satu satu tranportasi laut yakni pelabuhan Pulau Baai menjadi gerbang laju perekonomian baik untuk transportasi laut yakni menuju ke Pulau Enggano juga menjadi lalu lintas transportasi hasil bumi dan tambang. Selain itu sedang di persiapkan kawasan pelabuhan Pulau Baai menjadi sentra perekonomian yakni menajdikannnya menjadi kawasan industri yang nanti akan menunjang peningkatan perekonomian bagi Provinsi Bengkulu.
Selain itu juga akan mendorong kelanjutane alam pembangun jalur kereta api yang akan menghubungkan provinsi Sumatera Selatan, hal ini menjadi potensi pemasukan dalam transportasi hasil tambang yakni batubara dari salah satu perusahan. Besar yakni Bukit Asam yang siap menjadikan pelabuhan Bengkulu menjadi gerbang dalam pengiriman batubara ke berbagai daerah baik domestik maupun internasional. Nantinya jalur kereta api akan dikoneksikan ke Lubuk Linggau Sumatera Selatan yang telah memiliki jalur kereta api.
“Dengan peran kita semua menjadikan Bengkulu nomor satu di Sumatera dalam menjaga Inflasi”, ujar RA. Denny.
Dilanjutkan sesi Sarasehan, dimana Kepala KPwBI Bengkulu dan juga sebagai narasumber Wahyu Yuwana Hidayat menyampaikan dalam pengaruh geopolitik dan tingginya sukubunga internasional menjadikan tantangan bagi Indonesia. Sukubunga Bank Indonesia (BI) Rate 5.75%, hal ini relatif tinggi namun ini menjadi pemikat bagi investor untuk menginvestkan dana mereka di Indonesia. Utk di Provinsi Bengkulu tingkat laju i flasi sangat terjaga diangka 3.96%. dengan cadangan devisa yang cukup memadai.
“Secara keseluruhan BI memperkuat stabilitas harga dan nilai tukar Rupiah ditengah gejolak global. Sekalipun menjaga momentum pertumbuhan melalui bauran kebijakan yang terintegrasi erat dengan permintaan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), ” pungkasnya.



































