Sarasehan Perekonomian yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kumpulan Berita409 Dilihat

Kota Bengkulu >> Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu gelar Sarasehan Perekonomian Bengkulu terkait Diseminasi LPP Edisi Agustus dan KFR Triwulan II 2025, bertempat di salah satu Hotel berbintang di Kota Bengkulu, Selasa, 23 September 2025. Hadir dalam kegiatan ini stake holder Provinsi Bengkulu serta dari Akademisi, pelaku UMKM dan tamu undangan lainnya.

Adapun kegiatan rutin tersebut bertujuan untuk menyampaikan perkembangan perekonomian khususnya di Provinsi Bengkulu juga menampung saran maupun kritik dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Dikesempatan tersebut, ini Kepala BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat menyampaikan bahwa Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bengkulu tidak hanya tumbuh tinggi, Kana tetapi berkelanjutan dan sesuai dengan inklusi. Pertumbuhan tinggi yakni diangka 8% perlu adanya dukungan dari seluruh stake holder. Pertumbuhan ini tidak menjadi hal yang mustahil karena di Provinsi Bengkulu yang kesemuanya ada perlu ada peningkatan produksi, menciptakan nilai tambah dan pencatatan.

“Sarasehan ini selain menjadi ajang silaturahmi juga lslaing bertukar informasi juga menerima masukan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang akan kita dorong diangka 8%. Hal tersebut tidak mustahil dapat diraih dengan melakukan peningkatan produksi, menciptakan nilai tambah dan perlu adanya pencatatan kegiatan dan pertumbuhannya, ” sampai Kepala BI Perwakilan Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat.

Ia juga menegaskan, sinergi kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci percepatan ekonomi. Iapun menambahkan Bengkulu harus segera mengoptimalkan sektor pertanian, kelautan, pariwisata, dan energi agar tidak terjebak dalam middle income trap.

“Kalau semua sektor bergerak bersama, target 8 persen bukan hal yang mustahil,” ujarnya.

Ketidak kepastian perekonomian global juga menjadi faktor yang harus dipertimbangkan, dengan tingginya pengenaan tarif ekspoert sehingga dibeberapa negara penggerak perekonomian dunia seperti Tiongkok / china terjadi terlambat dan beberapa negara penggerak perekonomian lainnya seperti jepang dan India yang cukup stabil. Dinegara Amerika terjadi keunduran perekonomian yang berakibat tingkat pengganguran tinggi, produksi rumah tangga menurun sehingga mengakibatkan tingkat inlafi menjadi tinggi. Banyak hal yang juga dibahas dalam sarasehan ini baik dari narasumber maupun masukan dan tamu undangan lainnya. (Ryo Kun)

banner 300x200