Pesan Menag Yaqut Saat Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Kumpulan Berita1008 Dilihat

Balikpapan, ARL – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas turut menghadiri pengukuhan jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022-2027 di Balikpapan, Senin (31/1/2022).

Seperti yang dilansir dari laman resmi Kemenag, saat pengukuhan yang bertepatan dengan usia NU ke-96 tahun, Menag Yaqut menaruh harapan besar. Harapan itu adalah sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar ini untuk terus menebarkan kiprah positif kepada bangsa Indonesia.

“Tidak diragukan lagi NU selama ini banyak berkontribusi terhadap persatuan dan pembangunan bangsa. Kementerian Agama berharap agar relasi positif ini terus terjaga dan lebih baik di masa depan. Kontribusi positif NU untuk bangsa perlu terus dijaga,” bebernya.

Baca Juga  PLN Gelar Forum Sinergi Bersama Pemerintah Daerah se-Provinsi Bengkulu: Perkuat Kolaborasi untuk Pelayanan Ketenagalistrikan yang Andal

Ia menambahkan bahwa optimistisme terhadap PBNU di bawah kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Tanfidziyah akan mampu melanjutkan kiprah NU selama ini. Meski diakui tantangan yang dihadapi organisasi makin kompleks dan luas, namun dengan dukungan kader-kader potensial serta program yang terukur, NU akan bisa melewati kondisi zaman dengan baik.

Baca Juga  Hari Pertama Kerja, Helmi - Mian Penuhi Janji: Retribusi Ambulans RSUD M. Yunus dan RSKJ Dihapus

Selain itu Menag Yaqut menjelaskan bahwa NU dengan Kementerian Agama selama ini juga sudah membangun banyak program yang strategis, seperti penguatan moderasi beragama, pemberdayaan pesantren agar lebih mandiri, pembinaan juru dakwah atau penyuluh agama dan afirmasi terhadap para santri. Ke depan, Menag berharap, kerjasama yang sudah terbangun dengan baik ini terus ditingkatkan dalam kerangka menciptakan sumber daya manusia yang religius, cerdas, sekaligus memiliki cara pandang hidup yang moderat. Dengan modal moderat ini, maka Menag yakin kerukunan beragama di Indonesia akan kian kokoh dan toleransi terwujud dengan baik.

Baca Juga  Warga Asal Mukomuko diamankan Karena Pemerasan

“Di tengah disrupsi, baik pandemi Covid dan digital saat ini, ada tantangan lain yang perlu dihadapi oleh NU, yakni bagaimana menyiapkan sebanyak mungkin kader-kadernya agar lebih responsif terhadap teknologi dan situasi sosial sekitarnya. Bagi Kemenag, NU juga menjadi salah satu motor utama penguatan toleransi bangsa melalui prinsip-prinsip perjuangannya selama ini seperti tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal,” pungkasnya. (***/mc)

Dapat membaca berita lainnya di kategori berita...🤗
banner 300x200

Berita Lainnya...