Masih rendah Pendapatan Pajak Sektor Sawit dan Batubara dari rata-rata Nasional
Dikesempatan ini, Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, Sigit Danang Joyo menyampaikan kabar perekonomian secara nasional dalam kondisi baik dibanding negara lain yang terpengaruh akibat geopolitik Internasional sekarang ini. Selain itu kondisi APBN, Inflasi maupun devisa negara untuk sekarang masih terkendali dan neraca perdagangan masih surplus.
Kemudian juga mengenai perpajakan untuk 2026 tumbuh secara nasional 26.6%, dan untuk Kanwil Bengkulu dan Lampung 23,84%.
“Untuk pertumbuhan Pajak Nasional tumbuh dan juga untuk Kanwil DJPB Bengkulu Lampung dibanding tahun lalu. Namun kenaikan ini berbanding terbalik dari segi Tax Rasio mengalami penurunan. Untuk itu kami menggelar kegiatan ini yang selaras dengan intruksi Presiden Probowo yang menerangkan kekayaan alam dikelola harus bermanfaat bagi rakyat, yang mana Bengkulu dari sektor sawit dan batubara apakah sudah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, “ujar Kakanwil DJPB Bengkulu Lampung, Sigit Danang Joyo.
Penurunan Tax Rasio ini sambungnya didasarkan dari perbandingan omzet dengan pajak yang dibayarkan. Untuk di Provinsi Bengkulu, penerimaan pajak dari perkebunan sawit tertinggi 5.91 dan terendah 0.01 bisa dikatakan hampir tidak bayar pajak yang dibandingkan nasional diangka 19 tinggi dan terendah 4.15. Untuk hal ini perlu dioptimalkan sehingga pendapatan pajak dari sawit dapat dirasakan sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat Bengkulu. Selain itu masih ada perusahaan yang lokasi usahanya di Bengkulu namun terdaftarnya didaerah lain, untuk itu perlu peran Pejabat Daerah untuk mendaftarkan perusahaan mereka di Bengkulu, karena jika penerimaan pajak di Bengkulu naik maka Transfer Daerah ke Bengkulu juga akan naik. Untuk itu perlu kolaborasi Forkopimda Provinsi Bengkulu dalam mengoptimalkan tax rasio dari segi Perkebunan, terutama sawit dan Batubara. (R10).
Post Views: 62