Palembang >> Sinergi antara PT PLN (Persero) UID S2JB dan DPRD Provinsi Bengkulu terus diperkuat guna memastikan keandalan pasokan listrik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam menjawab berbagai tantangan kelistrikan di Bengkulu, mulai dari gangguan jaringan akibat cuaca ekstrem hingga percepatan pembangunan listrik desa di wilayah terpencil.
PLH General Manager PLN UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB) yang juga Senior Manager Perencanaan, Armunanto, menjelaskan bahwa gangguan kelistrikan yang terjadi di Bengkulu sebagian besar dipicu oleh faktor eksternal.
“Gangguan utama di Bengkulu tercatat akibat pohon seperti patah atau roboh menimpa jaringan, terutama saat cuaca badai. Selain itu, pembangunan infrastruktur kelistrikan juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses jalan serta kawasan hutan lindung,” ujar Armunanto.
Ia menegaskan, PLN secara konsisten melakukan upaya pemeliharaan dan mitigasi gangguan, namun dukungan lintas sektor sangat dibutuhkan agar pelayanan kelistrikan kepada masyarakat dapat semakin andal dan berkelanjutan.
Dari sisi kontribusi terhadap daerah, Manager PLN UP3 Bengkulu menyampaikan bahwa setoran Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dari sektor kelistrikan di Bengkulu telah mencapai Rp118 miliar. Angka tersebut menunjukkan peran strategis listrik dalam menopang aktivitas ekonomi daerah.
“Jika perekonomian Bengkulu meningkat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga akan ikut meningkat. Kami mohon dukungan dalam proses pembersihan jaringan, karena cuaca badai kerap menyebabkan pohon besar tumbang dan berdampak pada jaringan listrik,” ungkapnya.
Untuk itu, PLN meminta dukungan untuk menekan tunggakan listrik di Bengkulu yang saat ini berada di kisaran Rp3–4 miliar, yang berdampak pada potensi berkurangnya PAD sekitar Rp400 juta per bulan. Di sisi lain, PLN mengapresiasi daerah yang telah menunjukkan kepatuhan tinggi, salah satunya Kabupaten Rejang Lebong yang dinilai tertib dalam pembayaran listrik.
Tak lupa, PLN UP3 Bengkulu menyampaikan terima kasih atas dukungan DPRD Provinsi Bengkulu dalam pelaksanaan survei program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang berhasil menjangkau 2.029 pelanggan, sehingga semakin banyak masyarakat kurang mampu memperoleh akses listrik yang layak.
Sementara itu, Manager PLN UP2K Bengkulu memaparkan rencana pembangunan listrik desa di 4 (empat) lokasi pada Tahun 2026.
“Kendala utama di wilayah tersebut adalah akses jalan yang belum memadai serta berada di kawasan hutan. Kondisi jalannya masih berupa setapak kaki, berbatu, dan di beberapa titik berupa jurang. Kami mohon dukungan pemerintah daerah untuk percepatan pembangunan akses jalan demi kelancaran pembangunan listrik desa,” jelasnya.
Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. H. Sumardi, M.M., menyampaikan apresiasi atas kinerja PLN di Bengkulu. Menurutnya, secara umum pelayanan kelistrikan di Bengkulu sudah berjalan dengan baik, termasuk program listrik bagi masyarakat kurang mampu.
“Secara umum kondisi kelistrikan di Bengkulu sudah cukup baik dan program listrik untuk masyarakat tidak mampu juga telah terlaksana dengan baik. Namun stabilitas tegangan di beberapa wilayah masih menjadi keluhan masyarakat dan perlu terus ditingkatkan melalui kolaborasi yang kuat,” ujar Sumardi.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada seluruh petugas PLN Bengkulu yang dinilainya telah bekerja dengan dedikasi tinggi di lapangan.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya petugas PLN Bengkulu yang telah bertugas luar biasa, bahkan dalam kondisi medan sulit dan cuaca ekstrem. Dedikasi mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga pasokan listrik tetap menyala untuk masyarakat,” tegasnya.
Melalui kolaborasi yang semakin solid antara PLN dan DPRD Provinsi Bengkulu, diharapkan berbagai tantangan kelistrikan dapat diatasi secara bertahap, sekaligus memperkuat peran listrik sebagai penggerak utama pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu. (***/rls)






















