Pesan Presiden di Ajang PTBI 2025 Menuju Indonesia Tangguh dan Mandiri

Kota Bengkulu >> Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu dalma kiprahnya selama setahun menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Jumat malam, 28 November 2025 bertempat di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) dalam menjaga stabilitas dan mempercepat transformasi ekonomi. Kegiatan yang mengedepankan Tema Tangguh dan Mandiri : Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan dengan mengundang stake holder se Provinsi Bengkulu dan pelaku usaha mulai dari UMKM, perbankan dan pelaku usaha lainnya.

‎‎Pada kegiatan tersebut, Presiden RI, Prabowo Subianto yang disampaikan secara nasional turut mempertegas urgensi hilirisasi, ketahanan pangan, dan penciptaan lapangan kerja—isu yang sangat dekat dengan dunia usaha. Selain itu ia juga menekankan akan pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia demi menciptakan generasi emas bangsa Indonesia.
‎
‎Dikesempatan ini Deputi Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang dinilai berperan besar dalam menjaga pergerakan ekonomi sepanjang tahun 2025.
‎
‎”Bengkulu berada dalam tren positif, dengan proyeksi pertumbuhan 4,40%–5,20% pada 2025—lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya,” ujarnya.
‎
‎Bagi dunia usaha, proyeksi ini menjadi sinyal bahwa permintaan masyarakat dan aktivitas ekonomi akan terus meningkat. Pelaku usaha menilai BI dan Pemprov Bengkulu semakin proaktif mempercepat digitalisasi, memperkuat ekosistem pembayaran, dan menstabilkan pasokan pangan, sehingga iklim usaha menjadi lebih kondusif.
‎
‎Dalam sambutannya, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Kepala Biro Ekonomi, Zahirman, menegaskan bahwa inflasi Bengkulu berhasil ditekan hingga 2,85% sepanjang Januari–Oktober 2025.
‎
‎”Stabilitas harga dinilai sangat membantu pelaku usaha, terutama sektor pangan, perdagangan, dan konsumsi rumah tangga,” ucapnya.
‎
‎Kelancaran distribusi yang dijaga bersama Polda, TNI, serta pemerintah kabupaten/kota membuat pelaku usaha memiliki kepastian pasokan dan biaya logistik yang lebih terkontrol. Kota Bengkulu yang selama ini menjadi penyumbang inflasi terbesar juga menjadi fokus penguatan pasokan.
‎
‎Bagi dunia usaha, beberapa agenda strategis BI seperti pengembangan industri hilir, percepatan investasi, dan diversifikasi produk membuka peluang ekspansi baru. Program pemerintah seperti pencetakan sawah dan optimalisasi lahan diproyeksikan menciptakan permintaan tambahan terhadap teknologi pertanian, logistik, hingga industri pengolahan.
‎
‎PTBI 2025 ditutup dengan penegasan bahwa keberhasilan menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi kuat antara pemerintah, BI, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat.
‎
Di kegiatan ini juga diserahkan BI award bagi perbankan dengan terobosan dan perekonomian digital ‎(QRIS) dan UMKM bagi dunia usaha, pesan tersebut menjadi penanda bahwa transformasi ekonomi Bengkulu memasuki fase baru—lebih terstruktur, lebih inklusif, dan membuka peluang lebih luas bagi investasi dan hilirisasi. (***)

Berita Terbaru Lainnya...

banner 300x200

Jangan Lewatkan