oleh

Demi Nasib Tenaga NS, Gubernur Rohidin Akan Bersurat Ke Kemenpan-RB dan Kemenkes

Kota Bengkulu >> Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah terima audiensi Forum Komunikasi Tenaga Kesehatan Nusantara Sehat Indonesia (FKTK-NSI) Provinsi Bengkulu, di Ruang Rapat Lantai III Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (06/03).

Diketahui audiensi oleh FKTK-NSI Provinsi Bengkulu kepada Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ini, dalam rangka menyampaikan aspirasi dan dukungan terkait keberlanjutan atau nasib tenaga Nusantara Sehat (NS) di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dimana dari informasi berkembang bahwa tenaga NS di tahun 2023 kontrak kerjanya tidak lagi diperpanjang.

Sehingga NS di seluruh Indonesia meminta dukungan kepada gubernur masing-masing bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait dan DPRD provinsi, termasuk di Provinsi Bengkulu, untuk diusulkan sebagai PNS ke Kemenkes RI.

Menanggapi aspirasi dari FKTK-NSI Provinsi Bengkulu ini, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyatakan akan bersurat ke Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Kemenkes RI. Sehingga NS Bengkulu bisa diakomodir menjadi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Ini kita akan bersurat ke Kemenkes dan Kemenpan-RB sehingga mereka ini bisa dimasukkan dalam kuota PPPK Kemenkes. Atau jika memungkinkan bisa kita tawarkan ke bupati/walikota dimana wilayah tugas mereka masing-masing,” jelas Gubernur Bengkulu ke-10 ini.

Terlebih lanjut Gubernur Rohidin, saat ini Kemenpan-RB dan Kemenkes telah sepakat mempercepat dan memperkuat akurasi pendataan tenaga non-aparatur sipil negara (ASN) sektor kesehatan, yang merupakan salah satu pelayanan dasar di masyarakat.

“Jadi saya meminta kepada Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bengkulu untuk segera memvalidasi data NS Bengkulu, lalu kemudian disampaikan ke Kemenpan-RB dan Kemenkes,” imbuhnya.

Wakil Ketua Korwil FKTK-NSI Provinsi Bengkulu Juhendi Afrizal mengucapkan terima kasih atas respon cepat Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah terkait aspirasi pihaknya. Apalagi adanya isu setelah 10 tahun berjalan, program NS tahun 2023 akan dihapuskan.

“Saat ini terdapat 258 NS tersebar di kabupaten/kota Se-Provinsi Bengkulu terdiri dari 9 jenis profesi seperti dokter gigi, dokter umum, bidan, perawat dan lainnya. Terima kasih pak gubernur, kami berharap perjuangan ini membuahkan hasil,” ujarnya.

Program Nusantara Sehat (NS) merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dicanangkan oleh Kemenkes dalam upaya mewujudkan fokus kebijakan Penguatan Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer sejak 2015 lalu.

Prioritas ini didasari oleh permasalahan kesehatan yang mendesak seperti angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, angka gizi buruk, serta angka harapan hidup yang sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan primer, yaitu pembenahan infrastruktur, pembenahan fasilitas dan penguatan tenaga kesehatan.

Selain itu, program ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), yang diutamakan oleh pemerintah guna menciptakan masyarakat sehat mandiri dan berkeadilan. (Rian, MC Pemprov Bkl).

Berita Utama lainnya

Jangan Lewatkan

Berita Lainnya...