OJK Provinsi Bengkulu Gelar Media Update Perkembangan Perekonomian

Overview Pertumbuhan Perekonomian Provinsi Bengkulu

Kota Bengkulu >> Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kantor Provinsi Bengkulu menggelar Media Update, bertempat di Aula Singgaran Pati Kantor OJK Bengkulu, Kamis, (05/03). Hadir dikesempatan tersebut Perwakilan Komisi Informasi Bengkulu, Perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia, dan awak jurnalis dari berbagai media massa sekota Bengkulu.

Mengawali kegiatan tersebut, Kepala Kantor OJK Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi menyampaikan perkembangan Perekonomian di Provinsi Bengkulu ditahun 2024 dengan perkembangan ditahun 2025. Dari segi laju pertumbuhan Ekonomi, dibandingkan. Triwulan 2 2025 ada kenaikan 2.97% q to q). Pada triwulan ketiga 2025 relatif stabil diangka 4.56% (y on y). Sedangkan secara c to c di triwulan ketiga ekonomi Provinsi Bengkulu meningkat sebesar 4.80. penguatan ini secara komulatif pada triwulan ketiga 2024.

Kemudian ia menambahkan menurut distribusi, pertumbuhan dan sumber pertumbuhan Produk Domestik Pertumbuhan Bruto (PDRB), untuk sektor Distribusi yang tertinggi yakni disektor Pertanian, kehutanan dan perikanan diangka 30,85% dan terendah disektor pengadaan listrik dan gas diangka 0.10%. Dari pertumbuhan ekonomi tambahnya sektor penyedia akomodasi dan makan minum tertinggi diangka 10.58 dan terendah disektor pengadaan air diangka -1,53 (y on y).
Kemudian dari sisi distribusi, pertumbuhan dan sumber pertumbuhan menurut lapangan usaha (y on y) pada triwulan 3 2024 sebesar 4,57%, Triwulan 2 2025 diangka 4,99 dan Triwulan 3 2025 diangka 4,56 sektor Pertanian ,kehutanan dan perikanan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi (y on y) yakni sebesar 1.04%.
Selain itu ia juga menyampaikan untuk distribusi pertumbuhan dan sumber pertumbuhan PDRB Triwulan 3 2025 untuk distribusi pada pengeluaran konsumsi rumah tangga diangka 60%, sedangkan terendah di pengeluaran konsumsi LNPRT diangka 2,49%, sedangkan Pertumbuhan ekonomi malah sebaliknya Pengeluaran Konsumsi LNPRT tertinggi diangka 5.61 dan terendahnya di ekspor diangka -1,72. Dari kesemuanya tersebut pada triwulan 3 -2025 pengeluaran konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi (y on y) yakni 3,35%.
Selian diatas juga disampaikan lingkup pengawasan lembaga jasa.keuanhan, Bank Umum dan stabilitas jasa keuangan dan intermediasi yang mana Sektor rumah tangga mengalami kenaikan 33, 62% senilai 10.60 T dengan NPL 89M dan terendah sektor aktivitas jasa lainnya 2% senilai 0.63 T.l dengan NPL 16 M.
Dari bursa saham, di Provinsi Bengkulu menurut keterangannya untuk investor saham ada kenaikan 46,19% (YoY) diangka 48.551 SID dan investor Reksadana juga mengalami kenaikan 93.400 SID diangka 43,81%. Sedangkan nilai transaksi saham sebesar 855.09 Miliar yakni naik 213,41% (YoY).
Selian itu disampaikan juga jenis Pelayanan Umum Jasa Keuangan yang mana Bank Umum Konvensional sebanyak 382 aduan dan terendah hal lainnya sebanyak 15 aduan. Untuk mengatasi hal tersebut OJK bersama Satgas Pasti membantuk SIPASTI dan IASC (Indonesia Anti- Scam Centre) guna mengantisipasi dan mengembalikan dana masyarakat yang terkena penipuan, sehingga masyarakat harus paham langkah cepat jika terjadi penipuan untuk segera secepat mungkin mengakses iasc.ojk.go.id untuk melakukan pelaporan, sehingga upaya awal dalam mengembalikan dana yang terlanjur ditranfer dapat dikembalikan dengan langkah pemblokiran dana di rekening penipu tersebut.
“Masyarakat terkadang shok sehingga lambat untuk segera akses web iasc.ojk.co.id untuk pelaporan, sehingga langkah cepat memblokir dana yg terlanjur ditranfer ke pelaku penipuan dapat dilakukan dengan didukung copy percakapan dan bukti transaksinya” ‘ beber Ayu Laksmi.

Ia juga menyampaikan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi digital karena dizaman sekarang banyak modus yang kerap dilakukan pelaku penipuan untuk menjerat korbannya. Dan juga hati-hati dalam mengklik sesuatu dari dawai/handphone. Dengan menutup kegiatan tersebut, Ayu Laksmi sebagai Kepala Kantor OJK Provinsi Bengkulu berharap kinerja perbankan maupun non perbankan di Provinsi Bengkulu ters meningkat dan kepada masyarakat selaku komsumen untuk terus berhati-hati dalam mengakses keuangan dan memberikan data pribadinya. (R10)